Bupati Kutim Minta Program Makan Bergizi Gratis Prioritaskan Kerjasama Petani dan Peternak Lokal

Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya untuk lebih memprioritaskan bekerjasama dengan para petani dan peternak lokal. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kualitas dan ketersediaan bahan baku, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Karena Bupati Ardiansyah menginstruksikan para pengelola dapur yang terlibat dalam program MBG untuk bermitra langsung dengan para petani di Kutim. Bahan baku seperti sayuran dan telur diharapkan dapat dipasok langsung dari sumber lokal.

“Saya mengarahkan pemilik-pemilik dapur untuk bekerja sama dengan petani dan peternak kita yang ada. Mereka akan menyiapkan bahan-bahan bakunya seperti sayur, kemudian telur dan lain-lain,” ujar Ardiansyah.

Selain itu, Bupati juga menyoroti kasus keracunan makanan yang terjadi di daerah lain dan memberikan peringatan tegas agar insiden serupa tidak terjadi di Kutim. “Pastikan, selain dari gizi, kita juga harus mengantisipasi berita keracunan yang terjadi di daerah lain,” tambahnya.

Untuk menjaga kualitas dan mencegah keracunan, Ardiansyah menetapkan tiga poin utama yang harus menjadi perhatian para pelaksana program, yaitu ; kemitraan petani local, pengawasan ahli gizi sterilisasi dapur. “Saya hanya minta kepada pemiliknya untuk betul-betul bekerja sama dengan para petani lokal. Apakah itu sayur organik atau apa, itu yang pertama. Yang kedua, ahli gizi akan melihat kelayakan bahan baku untuk dimasak. Nah, yang ketiga, sterilisasi dapur itu harus dijaga dengan baik,” pungkasnya.