Karhutla 3 Hektare di Sangatta Utara, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api hingga Sore

Sangatta – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Jalan Guruh Besar, Dusun VIII Singa Muda RT 034, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (29/10/2026). Tim gabungan melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas di tengah cuaca panas dan angin kencang.

Kapolsek Sangatta Utara, AKP Bambang Eko, mengatakan kebakaran terdeteksi oleh tim patroli karhutla Posko Utara setelah menerima informasi adanya titik api di lokasi tersebut sekitar pukul 13.54 Wita.

“Begitu menerima laporan adanya titik api, personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Upaya ini dilakukan agar api tidak semakin meluas, terutama karena kondisi cuaca panas dan angin kencang,” ujar AKP Bambang Eko.

Personel gabungan tiba di lokasi dan mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 14.20 Wita. Petugas menggunakan larutan Surface Active Agent (SAA), yakni cairan surfaktan pembasah yang digunakan untuk membantu proses pemadaman, termasuk pada lahan gambut.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai tiga hektare. Pemadaman melibatkan unsur Polsek Sangatta Utara, Polres Kutai Timur, Brimob, Koramil Sangatta Utara, Lanal Sangatta, Yonif TP 879, BPBD Kutim, Satpol PP, pemadam kebakaran, serta relawan dan unsur kecamatan.

Sejumlah kendaraan operasional turut dikerahkan, termasuk mobil pemadam kebakaran dan kendaraan water supply untuk mendukung ketersediaan air selama proses pemadaman.

Api dilaporkan berhasil dipadamkan pada pukul 18.24 Wita. Namun, berdasarkan catatan petugas, masih terdapat titik api di bagian tengah lahan sehingga potensi munculnya kembali api tetap diwaspadai.

Dugaan sementara, kebakaran kembali membesar akibat sisa api di bawah lapisan gambut yang dipicu angin kencang dan cuaca panas.

AKP Bambang Eko mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama dalam menghadapi karhutla. Pemantauan lanjutan diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di area yang masih menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Dalam kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil. (*)