
Jembatan Ring Road II Diresmikan, Bukti Keseriusan Pemkab Kutim Bangun Infrastruktur
Sangatta,– Di bawah terik matahari Sangatta yang bersahaja, pada Kamis, (26/6/2025) Bupati Kutai Timur (kutim), Ardiansyah Sulaiman, meresmikan sebuah ikon baru pembangunan di Kota Sangatta yakni Jembatan Ring Road II di Kecamatan Sangatta Utara. Lebih dari sekadar struktur beton dan baja, jembatan ini menjadi simbol konkret dari sebuah visi besar yang digaungkan Bupati Kutim yakni pembangunan infrastruktur yang merata hingga ke pelosok kutim.
Dalam sambutannya Bupati Ardiansyah menegaskan bahwa infrastruktur adalah fondasi utama kemakmuran. “Kalau kita tidak punya konektivitas yang baik, kita akan terus tertinggal dalam mengelola sumber daya sendiri,” ujarnya.
Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Kutai Timur, dengan kekayaan sumber daya alamnya yang melimpah, memerlukan akses dan konektivitas yang kuat untuk mengoptimalkan potensi tersebut dan mendistribusikan hasilnya secara adil.
Jembatan Ring Road II ini, dengan anggaran Rp7,5 miliar dari APBD Kutim, diharapkan menjadi pembuka jalan bagi akses ekonomi baru.
Sementara itu, Joni Abdi Setia, Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini telah melalui perencanaan matang, termasuk metode pelaksanaan dan sistem drainase yang memastikan kekuatan dan kelayakan konstruksi.
Namun, komitmen Bupati Ardiansyah tidak berhenti di pusat kota. Ia menegaskan bahwa pemerataan pembangunan adalah harga mati. “Pembangunan ini harus menjangkau seluruh penjuru Kutai Timur, termasuk daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau. Kita ingin keadilan pembangunan bisa dirasakan semua warga tanpa terkecuali,” tegasnya.
Terlebih Pemerintah Kabupaten Kutim, di bawah kepemimpinan Ardiansyah dan Wakil Bupati Mahyunadi, menjadikan pembangunan infrastruktur — baik fisik maupun digital — sebagai prioritas utama. Ini adalah langkah strategis untuk mempersiapkan Kutim mengelola kekayaan alamnya secara mandiri dan berdaulat, serta memastikan pelayanan publik dapat menjangkau setiap desa.
Ardiansyah meyakini bahwa pembangunan harus dilakukan secara bertahap namun konsisten, dengan pendekatan “pelan tapi pasti.” Filosofi ini memastikan setiap proyek memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Kita tidak bermain-main dalam hal ini. Bahkan pembangunan ke daerah-daerah sulit pun akan terus kami usahakan. Tidak boleh ada wilayah yang terpinggirkan,” pungkasnya dengan nada mantap.
Komitmen ini tidak hanya berhenti pada retorika. Joni Abdi Setia juga melaporkan bahwa saat ini ada dua jembatan lain yang sedang dibangun di Kecamatan Bengalon dan Kecamatan Telen, menunjukkan upaya berkelanjutan untuk memperkuat konektivitas di seluruh wilayah. (Caya/*)





