Bikin Melek Politik! Sayid Anjas Bongkar Rahasia Legislatif di Depan Mahasiswa

Sangatta – Suasana Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur (Kutim), pada Senin lalu (2/6/25) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutai Timur, perwakilan organisasi kepemudaan, hingga pelajar SMA terlihat antusias menyimak ‘bongkaran’ rahasia dunia legislatif dari Wakil Ketua I DPRD Kutim, Sayid Anjas.

Dalam kegiatan itu, Sayid Anjas hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Sekolah Legislatif yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Mahasiswa (BPM) Stiper Kutim.

Acara ini memang dirancang untuk membuka mata dan meningkatkan pemahaman generasi muda tentang seluk-beluk serta peran krusial lembaga legislatif dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Dengan mengusung tema “Pancasila sebagai Landasan Pendidikan Karakter, Perspektif Legislator Muda,” Sayid Anjas tidak hanya sekadar memaparkan teori. Ia ‘membongkar’ bagaimana DPRD bekerja di balik layar, mulai dari proses pembentukan kebijakan yang berpihak pada rakyat, hingga bagaimana nilai-nilai luhur Pancasila menjadi kompas utama bagi para legislator muda dalam membangun karakter kepemimpinan masa depan.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada generasi muda tentang bagaimana sistem pemerintahan bekerja, khususnya dalam ranah legislatif.Dengan memahami peran DPRD, mereka dapat lebih kritis dan aktif dalam mengawal kebijakan publik,” ujar Sayid Anjas, sembari menekankan bahwa pengetahuan ini adalah kunci.

Para peserta yang hadir, termasuk perwakilan dari GMNI, HMI, dan pelajar SMAN 1 Sangatta Selatan, terlihat sangat interaktif. Sesi tanya jawab menjadi ajang ‘adu’ keingintahuan, di mana Sayid Anjas menjawab pertanyaan-pertanyaan lugas tentang mekanisme kerja DPRD dan tantangan yang dihadapi wakil rakyat di daerah.

Momen ini menjadi kesempatan langka bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan wakil rakyat, untuk membuktikan bahwa politik bukanlah monopoli segelintir orang, melainkan arena yang harus dipahami dan diawasi oleh seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. (*)