
Evaluasi APBD Triwulan I, Wabup Kutim Tekankan Dampak Nyata Program
Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, menekankan pentingnya dampak nyata program pembangunan dalam evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) triwulan pertama Tahun Anggaran 2025. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) ke-1 yang digelar di Sangatta pada Kamis (7/5/2025).
Menurut Wabup Mahyunadi, Radalok bukan sekadar forum untuk melihat angka serapan anggaran, melainkan wadah strategis untuk mengukur sejauh mana program dan kegiatan yang telah dilaksanakan dalam tiga bulan pertama memberikan manfaat dan perubahan positif bagi masyarakat.
“Kita tidak hanya ingin melihat berapa persen anggaran yang sudah terserap, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana serapan anggaran itu berkorelasi dengan outcome pembangunan yang kita targetkan. Apakah program yang kita jalankan benar-benar memberikan dampak pada kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, dan kemajuan daerah?” tegas Mahyunadi di hadapan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir.
Lebih lanjut, Mahyunadi menjelaskan bahwa evaluasi yang mendalam terhadap output dan outcome akan membantu Pemkab Kutim mengidentifikasi potensi masalah atau deviasi sejak dini. Dengan demikian, langkah-langkah korektif dan strategis dapat segera dirumuskan dan diimplementasikan untuk memastikan target pembangunan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025, yang merupakan turunan RPJMD 2025-2029, dapat tercapai secara efektif dan efisien.
Dalam arahannya, Wabup juga menyoroti perlunya sinergi dan koordinasi yang kuat antar OPD dalam menjalankan program pembangunan. Ia menekankan bahwa setiap perangkat daerah harus memiliki pemahaman yang sama mengenai prioritas pembangunan dan saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama.
“Koordinasi yang baik akan menghindari tumpang tindih program dan memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan memberikan hasil yang optimal. Kita harus bekerja sebagai tim untuk mewujudkan Kutim Hebat, bukan hanya sekadar slogan, tetapi sebuah kenyataan yang dirasakan oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Radalok triwulan pertama ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh jajaran Pemkab Kutim untuk lebih fokus pada kualitas pelaksanaan program dan dampaknya terhadap masyarakat, bukan hanya sekadar formalitas pelaporan keuangan. (*)






