
Efisiensi Anggaran, Gerakan Pangan Murah di Kutim Dihentikan Sementara
Sangatta – Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kutai Timur (Kutim) menghentikan sementara program Gerakan Pangan Murah (GPM) akibat efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat.
GPM merupakan program rutin Diskepang Kutim yang bertujuan menstabilkan pasokan dan harga pangan di daerah. Kepala Diskepang Kutim, Ery Mulyadi, mengatakan bahwa penghentian ini dilakukan berdasarkan instruksi dari Bulog.
“Kemarin kami menerima surat dari Bulog yang menyatakan bahwa sementara waktu kegiatan GPM harus dihentikan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Ery, Senin (11/2/2025).
Program GPM telah berjalan selama beberapa tahun dan berperan dalam menekan kenaikan harga pangan di Kutim. Namun, dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, program ini terpaksa dihentikan sementara.
Meski begitu, Ery memastikan bahwa penghentian GPM tidak akan berdampak signifikan bagi masyarakat. Pemerintah masih memiliki sejumlah program lain untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.
“Kami tetap menjalankan program lain seperti Pasar Tani, penyaluran bantuan pangan bagi keluarga berisiko stunting, serta cadangan pangan daerah untuk korban bencana,” jelasnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, masyarakat Kutim diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan bagi masyarakat.(Kiya/*)






