
Pengenalan Ibadah Haji Jadi Pembelajaran Karakter Anak Sejak Dini
Sangatta – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) menilai kegiatan Pengenalan Ibadah Haji menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi anak-anak, khususnya dalam mengenalkan tata cara ibadah sekaligus membentuk karakter sejak usia dini. Hal ini disampaik4n Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Mulyono kepada sejumlah awak media usai membuka kegiatan Pengenalan Ibadah Haji 2026 di halaman Masjid Agung Al-Faruq, Kompleks Islamic Center, Bukit Pelangi, Sangatta, pada Rabu (16/9/2026).
Menurut Mulyono, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Disdikbud Kutim setiap tahunnya. Anak-anak diajak meniru tata cara pelaksanaan ibadah haji agar memiliki pengalaman dan kenangan positif sejak kecil.
“Karena kit4 ingin anak-anak khususnya yang muslim ini, di saat usia kecil ini punya memori, punya kenangan bahwa mereka pernah meniru tata cara ibadah haji dan mudah-mudahan itu menjadi kenangan yang menyenangkan bagi mereka dan mudah-mudahan suatu saat bisa ibadah haji,” Kata Mulyono kepada media ini
Dijelaskannya, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya mengenalkan tahapan ibadah haji, tetapi juga memberikan pembelajaran mengenai ketertiban, kedisiplinan, kemampuan mengikuti tahapan kegiatan, hingga bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
“Itu juga bagian d4ri pembelajaran. Jadi, ini adalah kegiatan yang sangat bermanfaat dan insyaallah ini beri dampak yang bagus bagi pembentukan karakter anak-anak kita,” katanya.
Terkait pelaksanaan di wilayah lain, ia menyebut kegiatan serupa juga pernah dilaksanakan di sejumlah kecamatan, di antaranya Bengalon, Kongbeng, dan Wahau. “Pelaksanaannya biasanya melibatkan organisasi seperti IGTKI dan Himpaudi di masing-masing wilayah,” ucapnya
Terkait cakupan peserta yang berasal dari wilayah tertentu, ia menegaskan pelaksanaan untuk Sangatta tetap seperti sebelumnya, sementara kecamatan lain dapat menyelenggarakan kegiatan secara mandiri melalui organisasi masing-masing.
“Enggak, tetap dari dulu gitu. Dari dulu kita Sangatta utara dan Selatan aja. Sedangkan kecamatan lain bisa melaksanakan sendiri, karena jarak antar kecamatan terbilang jauh.” pungkasnya (Butsainah/ADV/*)





