Mahyunadi Soroti Kasus HIV/AIDS di Kutim, Data Tercatat Capai 168 Orang

Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menyoroti perkembangan kasus HIV/AIDS di Kutim. Ia menyebut jumlah kasus yang saat ini terdata telah meningkat jauh dibandingkan data pada t4hun-tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan Mahyunadi sa4t memberikan sambutan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Tata Kelola Lembaga Kesenian Tradisional di Meeting Room Zenova Royale Hotel, Kamis (10/9/2026).

Menurut Mahyunadi, persoalan HIV/AIDS perlu menjadi perhatian bersama karena tidak hanya berkaitan dengan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat.

“Tahun ke tahun semakin besar. 2004 yang lalu AIDS di Kabupaten Timur hanya tiga orang. Hari ini yang terdata sudah 168 orang,” kata Mahyunadi

Lebih lanjut, Ia menegaskan angka tersebut merupakan kasus yang telah terdata. Mahyunadi juga menyebut masih terdapat temuan lain yang belum masuk dalam jumlah tersebut.

“Itu yang terdata. Belum masuk yang kemarin kita datengin THM di pinggir jalan. Ada dua orang lagi. Ini mengkhawatirkan. Saya lagi-lagi memberi ilustrasi kepada kita. Jangan menganggap gampang ini,” ujarnya

Karena itu, Mahyunadi mengajak seluruh pihak yang memiliki kesempatan, kewenangan, maupun kekuasaan untuk melakukan langkah pencegahan dan perbaikan terhadap persoalan yang dinilainya mengkhawatirkan tersebut.

“Kita yang punya kesempatan untuk memperbaiki, punya kesempatan dan punya wewenang serta punya kekuasaan untuk memperbaiki itu kita perbaiki. Karena kalau kita tidak perbaiki ini bisa berbahaya bagi diri kita,” katanya.

Tak hanya itu, dalam sambutannya, Mahyunadi juga menggunakan ilustrasi dari film Spider-Man untuk menggambarkan pentingnya mencegah persoalan dan kejahatan sejak awal.
“Bagaimana waktu Peter Parker tahu dia punya kekuatan, kehebatan sebagai manusia laba-laba Spider-Man. Di saat dia berbelanja di minimarket terjadi perselisihan antara dia dengan kasir. Kasir mengatakan, dia mau bayar, dia bilang saya kurang duit. Kasir mengatakan, “Itu bukan urusan saya, urusan kamu.” Bisalah dia sedikit berdebat dan datanglah perampok dan masuk toko,” lanjutnya

“Perampok itu merampok kasir. Dia mendiamkan saja karena sudah terlanjur sama Kasir ini kesal. Si Peter Parker ini mendiamkan saja karena terlanjur kesal sama Kasir. Akhirnya Kasir dirampok. Si Kasir mengatakan, [“Kenapa kamu biarkan?”] Padahal kamu bisa mencegah, kamu bisa rebut senjatanya. Dia menjawab, [“Itu bukan urusan saya.”] Dia kembalikan kata-kata Kasir itu. Begitu dia keluar dari dari mini market itu di pinggir jalan ada kejadian seorang tertembak. Yang ternyata yang menembak itu adalah perampok yang pegang pistol tadi. Yang harusnya dia punya peluang untuk merebut pistol itu. Dan tertembak siapa? Pamannya sendiri yang secara tidak sengaja. Jadi dari cerita ini hati-hati dengan kejahatan. Kalau kita bisa mencegah hari ini kita cegah.”Pungkasnya (Butsainah/ADV/*)