Mahyunadi Ingatkan Petani Sawit Kutim Waspadai Karhutla di Tengah Kemarau Panjang

Foto : Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi

Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengingatkan para petani sawit agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Hal tersebut disampaikan Mahyunadi saat menghadiri Lokakarya Penguatan Akses Petani Swadaya terhadap Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Hotel Royal Victoria Sangatta, belum lama ini.

Menurut Mahyunadi, kondisi iklim saat ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh masyarakat, khususnya para petani sawit yang melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan.

“Iklim kita lagi tidak baik-baik saja saat ini. Kita harapkan petani sawit mampu menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kutai Timur,” kata Mahyunadi

Ia secara tegas mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, termasuk dalam proses pembukaan kebun baru.

“Jangan sampai dan jangan sekali-kali masyarakat petani yang melakukan buka lahan baru dengan membakar,” tegasnya.

Menurutnya masyarakat perlu belajar dari sejumlah peristiwa kemarau panjang yang pernah terjadi sebelumnya. Menurut dia, kondisi kemarau dapat berlangsung cukup lama sehingga risiko kebakaran harus diantisipasi sejak dini.

Ia pun membagikan pengalamannya saat kemarau panjang pada 2014. Ketika itu, kebun karet miliknya seluas 10 hektare yang telah berusia sekitar empat tahun dan hampir memasuki masa panen habis terbakar.

“2014 saya punya kebun karet yang sudah berumur 4 tahun, sudah hampir panen. Karena kebiasaan tradisi biasanya masuk bulan 8 itu mulai pembersihan kebun, ternyata kemaraunya panjang. Biasanya bulan 9 mulai hujan jadi dikit, ternyata bulan 10 belum hujan. Akhirnya saya enggak tahu kebun karet saya 10 hektar semuanya terbakar,” bebernya

Karena itu, ia meminta para petani tidak menganggap remeh api sekecil apa pun dan segera melakukan pengendalian sebelum api meluas.

“Sekecil apa pun api harus bisa kita kendalikan. Karena kalau kondisi sudah kering, api bisa dengan cepat menyebar,” katanya.

Untuk itu Ia mengajak seluruh petani sawit dan masyarakat Kutim untuk terus meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia berharap tidak ada aktivitas pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar yang dapat memicu terjadinya karhutla.

“Masyarakat, khususnya petani sawit, harus terus hati-hati dan waspada,” pungkasnya. (Caya/ADV/*)