Terima Kunjungan Dandim 0909/KTM, Ketua DPRD Kutim Siap Kolaborasi Dukung Ketahanan Pangan

KUTAI TIMUR,  – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Jimmi, ST., MT., menerima kunjungan kerja perdana dari Komandan Kodim (Dandim) 0909/KTM yang baru. Pertemuan silaturahmi tersebut berlangsung di Ruang VIP Kantor DPRD Kutim, Bukit Pelangi, Sangatta, pada Rabu (14/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Jimmi didampingi oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Jainuddin, SE., MM., serta Kepala Bagian Persidangan dan Perundangan-Undangan Sekretariat DPRD Kutim.

Selama kurang lebih 46 menit, kedua belah pihak membahas sejumlah agenda strategis daerah. Fokus utama pembahasan tertuju pada sinergi dan dukungan TNI AD melalui Kodim 0909/KTM terhadap program kemasyarakatan, salah satunya adalah rencana proyek cetak sawah seluas 554 hektare.

Dandim 0909/KTM menjelaskan bahwa proyek ini memerlukan kolaborasi lintas sektor agar dapat berjalan dengan optimal di lapangan.

“Kami bertukar pikiran mengenai pelaksanaan program cetak sawah ini ke depan. Tantangannya tentu banyak. Meskipun program ini dikerjakan oleh TNI, tetap diperlukan peran aktif dari berbagai leading sector yang membidangi,” ujar Dandim.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan keterbukaan yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan DPRD Kutim.

Merespons pemaparan tersebut, Ketua DPRD Kutim Jimmi mengapresiasi langkah awal yang diambil oleh Dandim 0909/KTM yang baru. Jimmi menilai diskusi ini sangat penting untuk memetakan potensi dan karakteristik wilayah Kutai Timur yang unik.

“Medan tugas di Kutai Timur ini mungkin berbeda dengan medan tugas beliau sebelumnya. Kita berdiskusi mengenai kultur daerah, kecocokan lahan, hingga jenis tanaman apa yang paling tepat untuk dikembangkan di sini,” tutur Jimmi.

Lebih lanjut, Jimmi menegaskan bahwa DPRD Kutim siap memberikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Langkah ini dinilai krusial mengingat Kutai Timur di masa depan akan menghadapi ekspansi sektor industri yang masif.

“Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak untuk mengatasinya, sekaligus bersama-sama mendukung terwujudnya kemandirian pangan di daerah kita, Kutai Timur,” pungkas Jimmi. (*)