Terima 1.006 Mahasiswa KKN Kolaborasi, Bupati Kukar Minta Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan Desa

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri resmi menyambut dan menerima 1.006 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Tahun 2026. Acara serah terima tersebut berlangsung di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (13/7/2026) sore.

Program KKN Kolaborasi tahun ini mengusung tema “Sinergitas Kampus Berdampak dalam Meningkatkan Indeks Desa Mendukung Pencapaian SDGs”. Selama 40 hari ke depan, para mahasiswa akan disebar di 106 titik lokasi yang mencakup 19 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Kukar.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Mulawarman (Unmul) selaku penyelenggara, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kalimantan Timur, serta seluruh perguruan tinggi mitra atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kukar sebagai lokasi KKN.

“Kepercayaan ini merupakan suatu kehormatan sekaligus tanggung jawab bagi Pemkab Kukar beserta seluruh pemerintah desa dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberhasilan pelaksanaan KKN ini,” ujar Aulia.

Aulia menegaskan bahwa kegiatan KKN bukan sekadar instrumen untuk memenuhi kewajiban akademik mahasiswa di kampus. Lebih dari itu, program ini merupakan perwujudan nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, desa merupakan ruang terbaik bagi mahasiswa untuk mempertemukan teori ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan. Di lingkungan pedesaan, kreativitas mahasiswa akan diuji oleh berbagai keterbatasan, sementara kapasitas kepemimpinan mereka akan dinilai dari cara membangun kepercayaan masyarakat.

“Saya berharap, selama berada di desa atau kelurahan, mahasiswa tidak hanya datang membawa program kerja, tetapi juga membawa semangat belajar, semangat melayani, dan semangat berkolaborasi,” kata Aulia.

Bupati menambahkan, tema KKN tahun ini sangat relevan dengan arah kebijakan Pemkab Kukar yang saat ini memprioritaskan pembangunan kawasan pedesaan. Kemajuan kabupaten diyakini hanya bisa terwujud jika desa-desanya telah berkembang menjadi wilayah yang mandiri, produktif, dan inovatif.

Ia juga menggarisbawahi bahwa tolok ukur kemajuan desa saat ini tidak lagi terbatas pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan literasi digital, serta pertumbuhan ekonomi warga lokal. Untuk itu, kehadiran mahasiswa dinilai sangat krusial.

“Saya ingin menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar agent of change, tetapi juga harus menjadi agent of development. Mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kebutuhan riil masyarakat desa,” tegasnya. (Jul/*)