
Siap Dobrak Pasar, Mesin Pencetak Botol ‘Sangattaqua’ Diklaim Mampu Cetak 2.000 Botol Per Jam
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meninjau langsung proses uji coba pencetakan botol produk air minum dalam kemasan (AMDK) lokal, Sangattaqua. Langkah ini dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur sebelum dilempar secara massal ke pasaran.
Peninjauan dilakukan di Pabrik AMDK milik Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim di Jalan Papa Charlie Kabo Jaya, belum lama ini. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi langsung oleh Direktur Utama Perumdam TTB Suparjan.
Ardiansyah memantau pencetakan botol Sangattaqua ukuran 330 ml dan 600 ml. Ia mengaku optimistis dengan kesiapan teknis operasional pabrik tersebut.
Karena itu, ia meminta pihak Perumdam TTB tidak menunda-nunda lagi proses produksi. Pasalnya, permintaan pasar terhadap air kemasan lokal ini kian meningkat.
”Alhamdulillah kita sudah siap sebenarnya. Permintaan pasar juga sudah banyak. Selain itu, saya juga sudah perintahkan untuk terus mencari peluang pasar baru yang lebih luas,” ujar Ardiansyah.
Tak hanya fokus pada kemasan botol, Bupati Kutim juga menyoroti tren pengurangan sampah plastik sekali pakai. Ia melihat gaya hidup di sektor perhotelan dan perkantoran kini sudah bergeser dengan memanfaatkan dispenser.
Merespons hal itu, Ardiansyah langsung menginstruksikan manajemen Perumdam TTB untuk segera mempersiapkan lini produksi air kemasan galon secara massal.
”Sekarang ini terkait dengan pembatasan penggunaan plastik. Kita lihat di hotel dan kantor-kantor, sebagian besar sudah menggunakan galon dan dispenser, tidak lagi menaruh botol di kamar-kamar. Ini maknanya, produksi air galon sudah saatnya dikejar,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Perumdam TTB Kutim Suparjan menjelaskan bahwa pengadaan mesin untuk varian galon baru direncanakan masuk dalam anggaran tahun depan.
Untuk varian botol, Suparjan memastikan proses uji coba telah berjalan dengan sangat baik. Meski begitu, bahan baku berupa biji plastik saat ini masih didatangkan dari Surabaya demi menjaga efisiensi operasional.
Suparjan membeberkan, mesin pencetak botol Sangattaqua memiliki kapasitas produksi yang cukup tinggi. Mesin ini diklaim mampu menghasilkan hingga 2.000 botol per jam.
”Manajemen memastikan bahwa produksi massal akan langsung berjalan begitu pasokan bahan baku botol tiba dalam waktu dekat,” terangnya.
Ia berharap kehadiran Sangattaqua dalam berbagai varian ukuran ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik Kutai Timur, tetapi juga menjadi produk kebanggaan daerah yang punya daya saing tinggi. (*)






