
Konfercab X PC PMII Kutim Resmi Dibuka, Momentum Cetak Pemimpin di Era Society 5.0
SANGATTA – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kutai Timur (Kutim) resmi menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) ke-X di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu (27/6/2026). Forum tertinggi pengambilan keputusan tingkat cabang ini dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, yang hadir mewakili Bupati Kutim.
Konfercab X ini mengusung tema “Menciptakan Kepemimpinan yang Ulul Albab demi Terciptanya Revolusi Organisasi di Era Disrupsi Society 5.0”. Agenda utama forum ini adalah melakukan evaluasi organisasi, merumuskan arah gerak ke depan, serta memilih ketua baru PC PMII Kutim periode selanjutnya.
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutim, Ketua DPD KNPI Kutim, Avivurahman, Perwakilan DPC GMNI Kutim dan HMI Kutim dan Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan menyampaikan apresiasi atas kiprah PMII Kutim yang dinilai aktif merespons berbagai persoalan daerah maupun nasional. Ia menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan memiliki posisi strategis sebagai mitra kritis pemerintah.
“Gerakan mereka (mahasiswa) menjadi alarm dan pengingat bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan agar tetap berada di jalur yang benar,” ujar Basuki.
Basuki berharap Konfercab ini dapat melahirkan sosok pemimpin terbaik yang memiliki kapasitas, integritas, serta kemampuan beradaptasi terhadap tantangan zaman.
Pandangan senada disampaikan oleh Ketua DPD KNPI Kutim, Avivurahman. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas regenerasi dalam sebuah organisasi agar mampu menjawab tantangan era disrupsi yang semakin kompleks.
“Pemimpin selanjutnya harus memiliki standar yang lebih tinggi agar organisasi terus berkembang dan semakin baik,” kata Avivurahman.
Sementara itu, Ketua PC PMII Kutim, A Nur Ihsan Bahri, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang pergantian kekuasaan, melainkan ruang dialektika yang sehat bagi seluruh kader untuk menyampaikan gagasan.
“Harapan kita, forum ini mampu melahirkan pemimpin baru yang dapat membawa PMII Kutim menjadi lebih baik ke depannya melalui proses musyawarah yang matang,” pungkas Nur Ihsan (*)






