
Bupati Kutim Tegaskan Langkah PHK Harus Dihindari: Cari Solusi Alternatif!
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, mengimbau seluruh perusahaan di wilayah Kutai Timur untuk tidak menjadikan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai langkah utama dalam menghadapi tantangan ekonomi. Hal tersebut ditegaskannya menyambut peringatan Hari Buruh Internasional (May Day).
Ardiansyah meminta perusahaan agar semaksimal mungkin mencari solusi alternatif guna menjaga keberlangsungan pekerjaan para karyawan sebelum mengambil keputusan pengurangan tenaga kerja.
“Saya minta dengan sungguh-sungguh agar langkah PHK itu bisa dihindari. Harus diupayakan semaksimal mungkin supaya tidak terjadi,” ujar Ardiansyah, Senin (27/4/2026).
Bupati menilai, penyesuaian penempatan atau rotasi tenaga kerja ke unit kerja lain merupakan salah satu opsi strategis yang bisa diambil perusahaan jika terjadi kendala operasional di satu lokasi tertentu.
“Jika ada kendala di satu lokasi, saya harap bisa dicarikan tempat lain yang masih bisa bersinergi. Ini penting bagi mereka yang masih ingin bekerja,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa jika kondisi PHK benar-benar tidak dapat dihindari, perusahaan wajib memikirkan langkah tanggung jawab jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mendorong perusahaan untuk menyiapkan program pendampingan, seperti pelatihan keterampilan atau pemberdayaan ekonomi.
“Jangan sampai mereka dibiarkan tanpa arah. Jika terjadi sesuatu (PHK), maka harus ada langkah pemberdayaan agar mereka tetap memiliki bekal untuk melanjutkan kehidupan ekonomi,” tegasnya.
Pemkab Kutim menyatakan akan terus memantau dinamika ketenagakerjaan di daerah dan berharap komunikasi antara pihak manajemen perusahaan serta pekerja tetap terjalin harmonis. Ardiansyah menegaskan bahwa keseimbangan antara stabilitas perusahaan dan perlindungan pekerja merupakan kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. (Caya/*)






