Capaian Jalan Mantap Kutim Baru 34,78 Persen, Skema Multiyears Terus Dipacu

Foto : Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor,

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) berkomitmen mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan meskipun tengah menghadapi tantangan fiskal yang berat. Hingga tahun 2025, capaian jalan kabupaten dengan kondisi mantap tercatat baru menyentuh angka 34,78 persen.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 1,51 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di level 33,27 persen. Guna mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah daerah memastikan proyek strategis melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears) tetap menjadi prioritas utama pada tahun anggaran 2026.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim mengalami penurunan drastis hampir separuh, dari Rp 9,8 triliun pada 2025 menjadi Rp 5,1 triliun pada 2026.

“Tahun ini ada program multiyears, semuanya rata-rata pembangunan jalan. Itu adalah bagian dari upaya peningkatan untuk mencapai target jalan mantap,” ujar Noviari saat ditemui di Sangatta, Selasa (31/3/2026).

Menyikapi ruang fiskal yang menyempit, Pemkab Kutim melakukan rasionalisasi anggaran secara ketat sesuai arahan pemerintah pusat. Efisiensi difokuskan pada belanja internal agar tidak mengganggu proyek infrastruktur yang menyentuh kepentingan publik.

Beberapa langkah efisiensi yang diambil antara lain, pengurangan frekuensi perjalanan dinas secara selektif, pemangkasan biaya operasional rapat dan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) dan pengamanan anggaran untuk memastikan proyek multiyears tidak terhenti.

Noviari menjelaskan bahwa skema tahun jamak ini tidak hanya menyasar jalan protokol atau antarwilayah. Fokus pembangunan mencakup konektivitas yang lebih luas untuk menggerakkan ekonomi akar rumput.

“Fokusnya merambah hingga ke jalan antardesa, jalan lingkungan, hingga pembenahan kawasan perkotaan. Harapannya tidak ada pengurangan pada level itu,” tegasnya. (Caya/*)