DPRD Kutim Mengaku Heran Ada Proyek Yang Dikerjakan Dilapangan Namun Tidak Masuk Dalam Pembahasan Anggaran

Foto Anggota DPRD Kutim Bahcok Riandi

SANGATTA. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim)  heran ada pekerjaan proyek yang sedang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) di Desa Benua Baru, namun tidak masuk dalam pembahasan anggaran perubahan lalu.

Menurut anggota DPRD Kutim Bahcok Riandi, dia baru mengetahui ada pekerjaan di sana, karena dikirimi masyarakat foto pekerjaan. Bukan hanya masyarakat, aparat desa juga pertanyakan terkait dengan pembangunan peningkatan jalan. Mereka pertanyakan, karena tidak ada papan mana proyek, sementara pihak Desa juga tidak diberitahu pekerjaan itu. Padahal, seharusnya ada papan proyeknya, sebagai petunjuk sumber dananya dari mana, apakah APBD Kutim atau APBN, atau APBD Provinsi.

“Karena masyarakat tidak tau sumber dananya dari mana, makanya meminta penjelasan dari kami. Tapi kami sendiri juga tidak tau. Karena kalau APBD Kutim,  itu tidak ada dalam pembahasan saat rapat anggaran dengan Dinas PUPR,” kata Bahcok Riadi kepada sejumlah awak media belum lama ini.

Namun menurutnya, setelah diributkan masyarakat, PLT Kadis PUPR Kutim Joni Abdi Setia, serta Kabid Binamarga, Aqla, mengaku jika proyek itu Proyek dari PUPR Kutim yang bersumber dari  APBD Perubahan Kutim. “Yang jadi masalah kan tidak ada dalam pembahasan dengan DPRD. Padahal, seharusnya kalau itu proyek APBD Kutim, seharusnya DPRD juga tau. Karena, jika nanti di lapangan ada masalah, jelas DPRD juga ikut dipanggil pihak terkait,” pungkasnya

Disebutkan, pekerjaan itu sepertinya lanjutan proyek tahun jamak tahun 2024, yang belum selesai. “Yang kami sayangkan, kenapa tidak ada dalam pembahasan dengan Komisi C saat pembahasan anggaran,” Pungkasnya (*/ADV)