
DPPKB Kutim Berencana Luncurkan Program Sekolah Lansia Berbasis Kolaborasi
KUTAI TIMUR – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur berencana meluncurkan program inovatif bertajuk Sekolah Lansia sebagai upaya strategis untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia (lansia) di wilayah Kutim.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memastikan lansia tetap produktif dan bahagia di masa tuanya.
“Penduduk berkualitas itu bukan hanya yang muda, tapi juga lansia yang masih berdaya dan bahagia,” tegas Achmad Junaidi, Rabu (tanggal disesuaikan jika ada).
Junaidi menerangkan bahwa Sekolah Lansia tidak akan mendirikan lembaga pendidikan baru. Program ini dirancang melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan akan diintegrasikan pada satuan pendidikan non-formal yang sudah ada, seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
“Programnya tidak mendirikan sekolah baru, tapi menempel di lembaga yang sudah ada. Ini bagian dari membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan bahagia,” jelasnya.
Peserta Sekolah Lansia akan mengikuti kurikulum selama satu tahun. Kegiatan yang ditawarkan bersifat holistik, meliputi: Kesehatan Fisik: Senam lansia. Keterampilan: Pelatihan keterampilan (seperti membatik, musik, dan bakery). Psikologis: Kegiatan seni dan pembekalan psikologis untuk menjaga aktivitas mental.
Sebagai bentuk apresiasi, program ini akan diakhiri dengan upacara wisuda lansia. Junaidi menyebutkan bahwa lokasi utama kegiatan akan dipusatkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kutim. Pemilihan SKB didasarkan pada kelengkapan fasilitas yang dimilikinya.
“Di SKB ada lab musik, lab membatik, lab bakery, semuanya bisa digunakan untuk kegiatan lansia,” katanya.
Selain itu, DPPKB juga akan menerapkan metode jemput bola untuk menjangkau dan mendorong partisipasi lansia dari berbagai wilayah kecamatan. Achmad Junaidi berharap Sekolah Lansia ini dapat menjadi model pemberdayaan yang berhasil dan dapat direplikasi oleh kecamatan lain di seluruh Kutai Timur di masa mendatang. (*/ADV)





