Pemkab Kutim Targetkan Eliminasi TBC, Siti Robiah Ajak Warga Kaliorang Manfaatkan Obat Gratis di Puskesmas

KALIORANG, – Pagi itu, halaman Puskesmas Kaliorang, Sabtu (8/11/2025), menjelma menjadi pusat gerakan kolektif. Bukan hanya deretan tenda pemeriksaan, melainkan sebuah panggung sinergi yang melibatkan pemerintah, tujuh organisasi profesi kesehatan, hingga dunia usaha. Di balik pemeriksaan gratis kolesterol dan gula darah, peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-41 di Kutai Timur ini menjadi gema keras komitmen untuk membangun masyarakat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga peduli.

Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah refleksi bahwa kesehatan adalah investasi bersama, sebuah pesan yang terasa kuat di tengah antusiasme warga.

Sesi yang paling menyentuh hati datang dari Ny Hj Siti Robiah, Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kutim. Dengan tutur lembut namun sarat empati, ia menyentuh isu yang sering dibalut stigma yakni Tuberkulosis (TBC).

“TBC bisa disembuhkan, dan obatnya gratis di seluruh Puskesmas. Jangan takut periksa, karena semakin cepat diketahui, semakin cepat sembuh,” serunya.

Siti Robiah tidak hanya memberi edukasi mengenai gejala—batuk berdahak lebih dari dua minggu, demam malam hari—tetapi juga mengajak warga Kaliorang menjadi agen kepedulian.

“Kalau menemukan tetangga atau keluarga dengan gejala seperti itu, jangan dijauhi. Ajak mereka berobat. TBC bukan aib, dan bisa sembuh total dengan pengobatan teratur,” tegasnya, menyalakan semangat kebersamaan dalam melawan penyakit menular.

Gema semangat kepedulian diperkuat oleh kehadiran Bupati Kutim, H Ardiansyah Sulaiman. Ia menegaskan bahwa pembangunan SDM harus dimulai dari kesadaran sehat.

“Semangat HKN 2025 adalah Bangun Generasi Sehat untuk Indonesia Emas. Kesehatan bukan hanya soal pengobatan, tetapi kesadaran dan kepedulian kita menjaga hidup sehat,” ujar Ardiansyah.

Bupati kemudian menyerahkan sertifikat kepada salah satu desa di Kaliorang yang berhasil meraih status Open Defecation Free (ODF). Sebuah capaian sanitasi yang terlihat sederhana, namun memiliki dampak fundamental.

“Desa ODF ini menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal sederhana: kebersihan lingkungan. Ini langkah nyata menuju Kutim yang sehat,” tambahnya, menunjukkan pengakuan pemerintah terhadap gotong royong lokal.

Plt. Kepala Dinkes, Sumarno, menyoroti bahwa suksesnya acara di Kaliorang—sebagai lokasi utama HKN 2025—adalah buah kolaborasi.

“Sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, dan perusahaan menjadi contoh nyata bahwa pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Sumarno, menyebut keterlibatan tujuh organisasi profesi kesehatan (IDI, PPNI, IBI, PDGI, IAI, PERSAGI, HAKLI) dan dukungan kuat dari sektor tambang dan perkebunan.

Di sela pemeriksaan gratis (tekanan darah, gula darah, konsultasi gigi), terlihat aksi donor darah yang diikuti ASN, tenaga medis, dan masyarakat. Aksi kemanusiaan ini melengkapi narasi kepedulian di Kaliorang. Warga, seperti Yulianto (42), yang biasanya harus ke Sangatta untuk pemeriksaan spesialis, merasa bersyukur mendapat layanan akupuntur dan saran dokter di desa mereka.

Dari Kaliorang, pesan HKN 2025 bergema kuat: menjaga kesehatan adalah komitmen kolektif. Semangat yang ditabur hari itu diharapkan menjadi pondasi untuk membangun Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya. (*/ADV)