
Pemkab Kutim Kebut Kualifikasi, 850 Guru PAUD Dibiayai Kuliah S1 dalam Dua Tahun
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) secara masif meningkatkan mutu pendidik di sektor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui program beasiswa kuliah jenjang Sarjana (S1) bagi ratusan guru. Program ini merupakan bagian dari misi daerah untuk mewujudkan “Kutai Timur Hebat” di bidang pendidikan.
Sejak dimulai tahun lalu, total 850 guru PAUD telah diikutkan dalam program akselerasi ini. Rinciannya, 450 guru telah dikuliahkan hingga S1 pada tahun lalu, dan 400 guru lainnya menyusul untuk meraih gelar Sarjana PAUD pada tahun ini.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pondasi pendidikan di Kutim.
“Pendidikan anak usia dini adalah pondasi utama dalam membentuk karakter dan kecerdasan generasi penerus bangsa. Sekarang, semua guru PAUD wajib bergelar sarjana PAUD,” tegas Bupati Ardiansyah beberapa hari lalu.
Program peningkatan kualifikasi ini dirancang sebagai program percepatan, yang memungkinkan para guru menyelesaikan studi S1 dalam kurun waktu sekitar satu tahun. Pemkab Kutim menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama, salah satunya Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Sistem perkuliahan yang diterapkan bersifat fleksibel, memungkinkan guru tetap mengajar sambil menempuh studi. Bupati menekankan bahwa meskipun singkat, program ini bertujuan menanamkan pola pikir profesional, kreatif, dan inspiratif, bukan sekadar memperoleh ijazah.
Selain fokus pada peningkatan kompetensi guru, Pemkab Kutim juga menargetkan pemerataan akses pendidikan dasar di seluruh wilayah.
Target ambisius yang dicanangkan adalah memastikan setiap desa di Kutai Timur memiliki lembaga PAUD atau Taman Kanak-Kanak (TK). “Semua anak Kutim berhak mendapat pendidikan sejak usia dini, karena itu semua desa harus ada PAUD,” tutup Ardiansyah. (*/ADV)





