Optimis! Camat Rusmono Yakin Angka Anak Putus Sekolah di Kaliorang Bisa Ditekan Lewat Pendekatan Humanis

Camat Kaliorang, Rusmono

Kutai Timur- Meski akses pendidikan sudah tersedia di sebagian besar wilayah Kaliorang, namun kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anaknya hingga tingkat lanjut masih menjadi tantangan tersendiri.

Camat Kaliorang, Rusmono, menyebut bahwa sebagian masyarakat masih menganggap sekolah tidak terlalu penting setelah anak bisa membaca dan menulis.

“Ada yang berhenti di tingkat SD karena anaknya disuruh bantu orang tua di kebun,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman seperti itu muncul karena faktor ekonomi dan kebiasaan lama.

“Orang tua berpikir lebih baik anak bekerja daripada sekolah lama-lama,” tambahnya.

Padahal, lanjutnya, pola pikir tersebut justru menghambat kemajuan generasi muda Kaliorang. “Kalau dibiarkan, kita akan tertinggal. Dunia sekarang butuh pendidikan,” tegasnya.

Rusmono menjelaskan, pemerintah kecamatan kini rutin mengadakan sosialisasi ke desa-desa untuk mengajak masyarakat menyekolahkan anak sampai jenjang menengah atas. “Kami keliling tiap bulan, bahkan kadang ikut acara posyandu untuk menyampaikan pesan ini,” katanya.

Selain itu, ia juga menggandeng tokoh agama dan kepala desa agar ikut menyuarakan pentingnya pendidikan. “Kalau hanya dari pemerintah, suaranya tidak cukup kuat. Harus dari tokoh yang dihormati warga,” ucapnya.

Rusmono menambahkan, banyak anak sebenarnya ingin sekolah tinggi, tapi terkendala biaya transportasi dan seragam. “Mereka semangat, tapi kondisi ekonomi keluarga terbatas,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap adanya bantuan beasiswa khusus bagi siswa di wilayah pesisir dan pedalaman Kaliorang. “Kalau ada program seperti itu, pasti banyak anak terbantu,” katanya.

Ia juga menekankan perlunya pendekatan yang lebih humanis. “Kita tidak bisa menyalahkan warga. Tugas kita memberikan contoh dan harapan,” ucapnya.

Menurutnya, perubahan kesadaran butuh waktu, tapi bisa berhasil bila dilakukan terus-menerus. “Sekarang sudah mulai ada kemajuan. Anak-anak muda mulai sadar pentingnya sekolah,” katanya.

karena itu Rusmono mengaku optimistis, dalam beberapa tahun ke depan, jumlah anak putus sekolah di Kaliorang bisa ditekan secara signifikan. “Asal semua pihak mau terlibat, ini pasti bisa,” pungkasnya. (*/ADV)