
Kesbangpol Kutim Sukses Gelar Ajang Kreatif Perdana, Lomba Videografi Kewaspadaan Diharap Jadi Agenda Tahunan
SANGATTA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Timur (Kutim) sukses menggelar ajang kreatif perdananya, Lomba Videografi Kewaspadaan 2025, yang mencapai puncaknya di Ruang Meranti Kantor Bupati, Senin (6/10/2025). Kompetisi ini menjadi wadah bagi pelajar Kutim untuk menyuarakan isu-isu kritis melalui medium visual.
Sebanyak 32 peserta dari jenjang SMP dan SMA se-Kabupaten Kutim berpartisipasi dalam ajang ini, memotret isu-isu mulai dari bahaya narkoba, radikalisme, pergaulan bebas, hingga kejahatan siber yang marak di kalangan remaja.
Kepala Badan Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan ganda. Selain menumbuhkan literasi media dan kreativitas, fokus utamanya adalah meningkatkan kesadaran kewaspadaan pelajar terhadap ancaman sosial dan digital.
“Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran pelajar terhadap berbagai isu penting seperti bahaya narkoba, pergaulan bebas, radikalisme, hingga kejahatan siber. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat rasa kebangsaan dan tanggung jawab sosial,” jelas Tejo.
Setelah melalui proses penjurian ketat, karya bertajuk “Penjara Sendiri” dari SMA Negeri 1 Sangatta Utara dinobatkan sebagai Juara 1. Video ini secara mendalam mengangkat tema jebakan perilaku negatif di dunia digital.
Berikut adalah daftar pemenang Lomba Videografi Kewaspadaan Kesbangpol Kutim:
| Peringkat | Judul Karya | Sekolah |
| Juara 1 | “Penjara Sendiri” | SMA Negeri 1 Sangatta Utara |
| Juara 2 | “Teman Gelap” | SMA Negeri 1 Bengalon |
| Juara 3 | “Tabur Tuai” | SMA Negeri 2 Sangatta Utara |
| Juara Favorit | “Jebakan Digital” | SMA Negeri 2 Sangatta Utara |
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, yang turut hadir dan menyerahkan penghargaan, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas karya para pelajar. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan di tengah pesatnya arus digitalisasi.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan media kreatif bagi generasi muda kita dalam menumbuhkan kesadaran kewaspadaan nasional,” ujar Mahyunadi.
Menurutnya, teknologi membawa manfaat besar, namun juga membuka celah bagi ancaman seperti hoaks, narkoba, dan kejahatan siber. Ia mengaku kagum dengan kedalaman pesan dan kreativitas visual yang ditunjukkan oleh pelajar.
“Tadi saya sudah menyaksikan video-video karya anak-anak kita. Karya mereka kreatif, edukatif, dan penuh pesan moral. Saya tidak menyangka anak-anak Kutai Timur dapat berkreasi dengan ide dan visualisasi yang begitu kuat,” tambahnya.
Sebagai penutup, Mahyunadi menginstruksikan agar Kesbangpol menjadikan Lomba Videografi ini sebagai agenda rutin tahunan untuk terus menguatkan semangat berkarya dan kepedulian sosial di kalangan pelajar Kutim, demi menjaga ketahanan dan kewaspadaan di Bumi Kutai Timur. (*)





