Kutim Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Ini Strategi Pemerintah Daerah

Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kutim 2025. Foto: Miftah Prokutim

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mematok target ambisius: mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada tahun 2029. Target ini tidak hanya ingin dinikmati oleh investor besar, tetapi juga untuk mengangkat kesejahteraan pelaku ekonomi rakyat, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Untuk mewujudkan hal itu, Wakil Bupati Mahyunadi bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Kutim 2025 di Ruang Meranti, Kantor Bupati. Dalam rapat tersebut, Mahyunadi menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berawal dari akar permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Kita ingin kebijakan yang benar-benar mempermudah usaha rakyat, dari perizinan dan regulasi, dukungan modal, peningkatan kualitas SDM, digitalisasi hingga pemasaran,” ujar Mahyunadi.

Selama ini, pertumbuhan ekonomi di Kutim masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif, yang rentan terhadap fluktuasi harga komoditas. Untuk itu, pemerintah akan fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai langkah strategis.

Menurut Sekretaris Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kutim, Noviari Noor, percepatan pembangunan ekonomi membutuhkan sinergi lintas sektor dan akan diukur dengan delapan indikator prioritas.

“Mulai dari persentase realisasi APBD, PMA, dan PMDN, hingga indikator lainnya harus dikawal bersama. Dari data dan capaian inilah arah kebijakan ekonomi daerah bisa terukur secara nyata,” kata Noviari.

Dengan strategi yang terukur dan sinergi dari seluruh pihak, Pemerintah Kutim optimis dapat mencapai target 8 persen dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan, memberikan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)