
Calon Ketua Golkar Kutim, Apansyah Tegaskan Tak Ada Hambatan Meski Dianggap Kader Baru
Sangatta – Suasana politik menjelang Musda Golkar Kutim (Musyawarah Daerah Partai Golkar Kabupaten Kutai Timur) makin memanas. Nama Apansyah, seorang anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur sekaligus Ketua DPD AMPI Kaltim, kini menjadi sorotan utama sebagai salah satu kandidat Ketua Golkar Kutim yang paling serius. Ia mengaku telah mendapat dukungan luas dari berbagai pihak untuk ikut meramaikan bursa ini.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Apansyah mengungkapkan bahwa dukungan yang ia terima sudah lebih dari cukup. Ia menyebutkan secara spesifik bahwa sudah ada 13 Pengurus Tingkat Kecamatan (PTK) yang memberikan restu.
“Kami sudah mengantongi dukungan 13 Pengurus Tingkat Kecamatan di Kabupaten Kutim. Belum lagi dukungan dari organisasi sayap Golkar seperti AMPG, AMPI, Kosgoro, dan Soksi,” jelas Apansyah belum lama ini
Apansyah juga menanggapi klaim Ketua DPD Golkar Kaltim terkait dukungan yang telah diberikan kepada calon lain, Anjas. Dengan tegas, Apansyah menyatakan bahwa ia juga memiliki dukungan yang kuat.
Ia tidak hanya mengandalkan dukungan dari tingkat DPD, tetapi juga menyinggung peranannya sebagai PLT Ketua DPD Berau. “Tentunya saya juga maju ke Kutim tidak terlepas dari rekomendasi Pak Gubernur,” tegasnya, mengisyaratkan adanya dukungan dari level tertinggi di daerah.
Menariknya, Apansyah juga menepis keraguan mengenai syarat pengalaman minimal sebagai pengurus partai yang tercantum dalam AD/ART Golkar. Dengan keyakinan penuh, ia menegaskan bahwa aturan tersebut tidak akan menjadi hambatan baginya.
“Di dalam AD/ART juga mengatur itu dan kami adalah kader Golkar yang selalu taat dan patuh. Itu adalah kitab kami dalam berorganisasi,” ujar Apansyah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa meskipun mungkin dianggap “kader baru”, hal itu bukan masalah. “Insya Allah, kader baru juga berkualitas,” tambahnya.
Apansyah menekankan bahwa ada “diskresi” yang memungkinkan dirinya untuk maju, dan hal itu sudah jelas di tingkat DPD I dan DPP Pusat. “Jadi tidak ada lagi hambatan buat kami mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Golkar,” pungkasnya. (caya/*)





