
Dengan Semangat Kemerdekaan, GPM Diselenggarakan di Polsek Sangkulirang
Kutai Timur. Gerakan Pangan Murah (GMP) diselenggarakan di Polsek Sangkulirang. Kegiatan ini diselenggarakan menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80 yang jatuh pada Minggu (17/8/25).
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyampaikan, kegiatan ini menjadi semarak kemerdekaan yang membawa kebahagiaan bagi masyarakat sekitar Polsek Sangkulirang. Sebab, masyarakat bisa mendapatkan paket bahan pokok (bapok) dengan harga terjangkau.
Dalam kegiatan ini disalurkan 70 paket sembako yang terdiri dari beras 5 Kg dan minyak 2 liter. Satu paket sembako ini dibanderol dengan harga Rp100.000.
“Dengan semarak kemerdekaan, kami menyalurkan paket bapokting yang alhamdulillah diminati masyarakat. Ini bentuk salah satu pelayanan Polri agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Kapolres, Sabtu (16/8/25).
Menurut Kapolres, program GPM sendiri merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Selain itu, guna membantu masyarakat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.
“Di tengah dinamika ekonomi saat ini, GPM diharapkan bisa tetap menjaga kestabilan di masyarakat agar kamtibmas tetap terjaga,” jelas Kapolres.
Sebelumnya, dalam kick off di Gudang Bulog Kanwil Jakarta, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, hingga 13 Agustus 2025 telah disalurkan Penyaluran beras SPHP di 4.705 titik. Sedangkan untuk hari ini yang merupakan kegiatan puncak GPM telah disalurkan 2.424 ton beras di 1.552 titik.
“Penerima manfaatnya 484.977. Jadi hari ini baik beras, kemudian gula dan minyak semua dijual dengan harga sesuai harga standar Bulog,” ujar Kapolri.
Ditegaskan Jenderal Sigit, kegiatan ini akan dimaksimalkan agar pendistribusian bahan pokok murah bisa sampai langsung ke konsumen dengan harga di bawah HET atau maksimal sama. Hal ini sebagaimana perintah Presiden Prabowo Subianto mengenai penyaluran beras SPHP.
Lebih lanjut Kapolri ungkapkan, ditargetkan 1,3 juta ton secara periodik akan disalurkan. Kemudian, setiap minggunya akan ada evaluasi untuk memastikan kebijakan ini dilaksanakan semaksimal mungkin. (Caya/*)






