Antisipasi El Nino, Pemkab Kutim Perketat Kesiapsiagaan Karhutla

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memperketat pengawasan dan kesiapsiagaan guna mengantisipasi maraknya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena cuaca kering El Nino. Langkah tegas ini diambil setelah BPBD mencatat 57,4 hektar lahan di wilayah Kutim terdampak kebakaran yang mayoritas dipicu oleh aktivitas manusia.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menginstruksikan pengawasan berlapis hingga ke tingkat permukiman serta meminta warga menghentikan kebiasaan membakar lahan untuk tujuan apa pun.

“Tolong kepada masyarakat untuk tidak lagi membakar sampah, apalagi lahan pertanian,” tegas Ardiansyah.

Ardiansyah juga memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim mengoptimalkan Posko Utama dan mengaktifkan seluruh Pos Karhutla di tingkat kecamatan. Selain itu, sinergi lintas sektor terus ditingkatkan bersama Manggala Agni, TNI-Polri, perangkat desa, serta insan pers untuk mempercepat alur informasi dan penanganan di lapangan.

Kepala BPBD Kutim, Sulastin, mengonfirmasi bahwa dugaan awal pemicu munculnya titik api di sejumlah titik didominasi oleh faktor kelalaian warga saat membuka lahan.

“Terdata lahan seluas 57,4 hektar yang terdampak di Kutim. Kami menekankan kepada seluruh kecamatan dan perusahaan yang ada untuk saling berkolaborasi dalam penanggulangan karhutla,” kata Sulastin.

Komitmen Pemkab Kutim dan Forkopimda ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan upaya pencegahan sejak dini ketimbang sekadar pemadaman saat api sudah membesar. Kesiapan personel, sarana, dan prasarana disiagakan agar pergerakan pemadaman dapat dilakukan secara cepat begitu titik api terdeteksi.

Sebagai langkah antisipasi dampak kesehatan, Pemkab Kutim mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kondisi fisik, dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna mencegah risiko gangguan saluran pernapasan. (caya/*)