
Polairud Polres Kutai Timur Berhasil Evakuasi Dua Nelayan yang Terombang Ambing di Perairan Teluk Prancis
Sangatta – Tim Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Kutai Timur berhasil mengevakuasi dua nelayan yang terombang-ambing di perairan Teluk Prancis pada Selasa, (12/8/2025). Keduanya dilaporkan mengalami kerusakan mesin saat sedang memancing, sehingga kapal mereka hanyut terbawa arus.
Kepala Satuan Polairud Polres Kutim, AKP Sudarwanto, menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula saat kedua korban berangkat dari Teluk Lombok sekitar pukul 16.00 WITA. Mereka berencana untuk memancing di perairan tersebut. Namun, sekitar satu jam kemudian, setibanya di Teluk Prancis, mesin kapal dengan kapasitas 2 PK yang mereka gunakan tiba-tiba mati karena kerusakan pada starter.
Kapal mereka pun hanyut terbawa arus sejauh sekitar empat mil dari titik awal. Beruntung, ada laporan dari seorang rekan nelayan yang menyadari bahwa temannya tidak kembali. Ia melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
“Kami menerima laporan ada orang hilang yang hanyut saat memancing di depan Teluk Prancis,” ujar AKP Sudarwanto saat dikonfirmasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Polairud Kutai Timur yang terdiri dari tiga personel langsung bergerak menuju lokasi dengan menggunakan kapal patroli. Pencarian dilakukan selama kurang lebih empat jam, dari pukul 20.00 hingga 00.00 WITA.
“Setelah proses evakuasi yang memakan waktu empat jam, kedua nelayan ditemukan selamat di titik koordinat 0’3633310,117,6314270,” terang Sudarwanto.
AKP Sudarwanto menyebutkan bahwa kondisi gelombang saat itu tergolong sedang, namun jika pencarian terlambat, para korban berisiko mengalami kelelahan, dehidrasi, dan kelaparan karena terus terombang-ambing di laut.
Kejadian nelayan terombang-ambing ini bukan kali pertama terjadi. Untuk mencegah insiden serupa, AKP Sudarwanto menegaskan pentingnya para nelayan untuk selalu memprioritaskan keselamatan melaut. (*)





