Sayid Anjas ; MTQ Bukan Sekadar Syiar, Tapi Juga Penggerak Ekonomi Daerah

 

Kutai Timur – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Sayid Anjas, menegaskan bahwa MTQ adalah momen multi-efek yang tak hanya memperkuat syiar agama, tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian lokal.

“MTQ ini momen yang multi-efek, terutama secara ekonomi. Konsumsi, transportasi, dan penginapan itu berdampak positif pada ekonomi. Acara seperti ini memang mempunyai efek yang luar biasa untuk perekonomian lokal,” ujar Anjas kepada sejumlah awak media belum lama ini.

Anjas menyoroti secara khusus manfaat yang dirasakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah selama MTQ telah menciptakan permintaan tinggi terhadap produk dan layanan lokal. Suasana semarak di halaman Kantor DPRD Kutai Timur, tempat area UMKM dipadati antusiasme masyarakat, menjadi bukti nyata geliat ekonomi tersebut.

Selain dampak langsung pada konsumsi, Anjas juga memuji tingginya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan acara. “Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Mereka turut terlibat dalam banyak aspek, terutama dalam penyediaan fasilitas. Ini menjadi sebuah kebanggaan, apalagi kegiatan setingkat provinsi,” tambahnya.

Menurut politikus Partai Golkar ini, Kutim telah memberikan fasilitas terbaik bagi para peserta dan tamu undangan, didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk komunitas lokal. “Menurut saya, Kutim sudah memberikan yang terbaik. Mulai dari fasilitas hingga sambutan yang hangat kepada peserta dan peserta. Mudah-mudahan tidak ada kendala yang menghambat selama pelaksanaan,” jelasnya.

Dengan melihat dampak positif ini, Anjas berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim dapat rutin menggelar kegiatan serupa di masa mendatang. Ia optimis, selain sebagai ajang silaturahmi, event semacam ini mampu terus mendongkrak perekonomian dan mengangkat potensi daerah.

“Kita berharap Pemkab Kutim terus membuat event-event serupa di Sangatta. Supaya dampak ekonominya terus berlanjut, apalagi bagi para pelaku UMKM,” pungkasnya. (*)