Ratusan Siswa Terancam Tak Dapat Sekolah Negeri! Ketua DPRD Kutim Desak Penambahan SMA Baru

Sangatta, – Ratusan lulusan SMP di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan terancam tidak tertampung di sekolah negeri pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mendatang.

 

Data terbaru menunjukkan kesenjangan signifikan antara jumlah lulusan SMP yang mencapai 2.134 siswa dengan daya tampung lima SMA negeri yang hanya sekitar 1.500 siswa. Ini berarti sekitar 600 siswa berpotensi tidak mendapatkan bangku di sekolah negeri.

 

Menanggapi krisis daya tampung ini, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Jimmi, ST.MT, mendesak penambahan unit sekolah menengah atas baru.

 

Pihaknya telah mengambil langkah konkret dengan mendorong penganggaran pembelian lahan untuk pembangunan SMA baru di wilayah Sangatta Utara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025.

 

“Dalam APBD perubahan ini, kita sudah anggarkan pembelian lahan untuk lokasi sekolah SMA di Sangatta Utara. Rencananya, pembangunan fisik akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi,” ujar Jimmi kepada sejumlah awak media belum lama ini

 

Untuk wilayah Sangatta Selatan, Jimmi menambahkan bahwa lahan untuk pembangunan SMA baru sudah tersedia dan dinyatakan clear, namun pembangunan fisik baru akan dilaksanakan pada tahun depan.

 

Selain fokus pada solusi sekolah negeri, Jimmi juga menyoroti pentingnya akses pendidikan yang merata. Ia berharap agar sekolah swasta dapat dijangkau oleh program pendidikan gratis pooll secara menyeluruh.

Hal ini bertujuan agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

“Mudah-mudahan sekolah swasta juga bisa dijangkau program gratis pooll, agar anak-anak yang masuk sekolah swasta mendapat manfaat yang sama seperti siswa di sekolah negeri,” tandasnya.

Upaya ini menjadi prioritas utama DPRD Kutim untuk memastikan setiap anak di daerah memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan yang layak. (K/*)