Barakan 8 Pintu di Sangatta Utara Ludes Dilahap Si Jago Merah di Siang Bolong

SANGATTA (3/6/2025) – Musibah kebakaran kembali melanda permukiman Desa di Sangatta Utara. Kali ini, sebuah barak kos semipermanen berisikan delapan pintu di Jalan Jenderal Sudirman, RT 58, ludes terbakar pada Selasa siang sekira pukul 11.45 WITA. Bangunan milik Dwi Purnawati ini rata dengan tanah akibat insiden tersebut.

Dari delapan pintu yang disewakan, dua di antaranya dihuni oleh penyewa yang sehari-hari berprofesi sebagai pemilik warung Lamongan. Pintu ketiga disewa oleh Masnur Ampugo, pintu keempat oleh Mulawarman, kelima oleh Ramli, keenam oleh Wantono, dan ketujuh oleh Febri.

Sementara itu, penyewa pintu kedelapan belum diketahui identitasnya dan tidak berada di lokasi saat kejadian.

Menurut keterangan sejumlah saksi, api diduga berasal dari kompor milik warung Lamongan yang terbakar. “Saat kejadian, saya melihat api membesar dari kompor warung Lamongan. Bersama pegawai kantor Camat Sangatta Utara, saya berusaha memadamkan, namun api terus membesar. Saya langsung memberitahu warga di dalam rumah agar segera keluar menyelamatkan diri,” terang Saharudin Sidiq (49), salah satu saksi yang dimintai keterangan oleh Polres Kutai Timur. Keterangan ini dibenarkan oleh Suyatmi Slamet, saksi lainnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemadam, Pengendalian Operasi, Komunikasi dan Investigasi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kutim, Eko Purnomo, mengungkapkan bahwa estimasi luas area yang terbakar mencapai 10×80 meter.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Sementara untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar Eko.

Ia juga menjelaskan, sebanyak delapan unit pemadam kebakaran dan satu unit mobil pompa dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Meski delapan pintu rumah barakan hangus terbakar, Eko menyebut tidak ada warga yang terdampak secara langsung. Adapun estimasi kerugian material masih belum bisa ditentukan dan masih menunggu hasil investigasi lanjutan.

“Ini baru data sementara dari petugas di lapangan. Kami masih menunggu laporan lengkap dari tim investigasi,” tambahnya. (*)