DPRD Sebut Infrastruktur di Kecamatan Teluk Pandan Masih Tertinggal

Kaltim, Parlementaria1063 Dilihat

Sangatta, – Meskipun Pemkab Kutai Timur telah menggenjot pembangunan infrastruktur dalam dua tahun terakhir, dengan fokus pada jalan-jalan, air bersih, dan berbagai fasilitas lainnya, realitanya di Teluk Pandan masih tertinggal.

Anggota DPRD Kutai Timur, Abdi Firdaus, mengakui kondisi infrastruktur di Teluk Pandan masih sangat memprihatinkan. “Selama saya menjabat sebagai anggota DPRD, saya selalu memperjuangkan infrastruktur, terutama di daerah pemilihan (Dapil) II yang meliputi Bengalon, Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Rantau Pulung,” ujar Abdi Firdaus saat ditemui di DPRD Kutim belum lama ini.

Meskipun Bengalon dan Rantau Pulung sudah mulai menunjukkan kemajuan, Teluk Pandan masih tertinggal dalam hal pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, Abdi Firdaus menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kemajuan Teluk Pandan, meskipun dirinya tidak lagi terpilih sebagai anggota DPRD.

“Meskipun saya tidak terpilih lagi, saya akan tetap berkoordinasi dengan anggota DPRD Kutim dari Dapil II, terutama dari Partai Demokrat, untuk memperjuangkan pembangunan di Teluk Pandan,” tegasnya.

Beberapa infrastruktur yang mendesak untuk dibenahi di Teluk Pandan adalah jalan-jalan, termasuk jalan usaha tani, dan yang paling utama adalah Instalasi Pengolahan Air (IPA) air bersih. Saat ini, hanya satu dari enam desa di Teluk Pandan yang mendapatkan air bersih dari PDAM, dan itupun tidak dinikmati oleh seluruh masyarakat. Lima desa lainnya masih belum tersentuh akses air bersih, sehingga Abdi Firdaus bertekad untuk memperjuangkan agar seluruh desa di Teluk Pandan mendapatkan akses air bersih yang layak.

Perjuangan Abdi Firdaus untuk Teluk Pandan merupakan cerminan dari dedikasi dan komitmennya untuk memajukan daerah pemilihannya. Meskipun masa jabatannya sebagai anggota DPRD telah berakhir, semangatnya untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Teluk Pandan tidak pernah padam. (K/ADV)

Berita Terbaru