DPRD Nilai Progres Proyek Tahun Jamak di Kutim Masih Dibawah Target

Kaltim, Parlementaria1151 Dilihat

SANGATTA – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) Faizal Rachman menyoroti lambatnya progres pembangunan proyek tahun jamak di wilayahnya. Menurutnya, keterlambatan ini disebabkan oleh proses lelang yang terlambat, seperti yang terjadi pada proyek pembangunan Pelabuhan Sangatta.

“Dari pantauan kami, progres pembangunan proyek tahun jamak masih di bawah target yang diharapkan. Hal ini terjadi karena proses lelang yang terlambat, sehingga pekerjaan juga terlambat dimulai,” jelas Faizal.

Akibatnya, anggaran yang disiapkan untuk tahun 2023 tidak terserap maksimal. Semisal dari total Rp 67 miliar yang dialokasikan, hanya Rp. 23 miliar yang terserap, dengan sisanya Rp. 43 miliar khusus untuk fisik.

“Ini artinya penyerapan anggaran tidak maksimal,” tegas Faizal.

Faizal menyayangkan lambatnya proses lelang, yang seharusnya bisa dilakukan lebih awal dengan koordinasi antara Dinas Perhubungan dan LPSE. Hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun, faktanya, lelang baru dilakukan pada bulan Agustus-September, sehingga pekerjaan terlambat dimulai.

“Proyek tahun jamak seharusnya dikerjakan lebih cepat agar selesai pada tahun 2024 ini. Tapi dengan progres yang masih kecil, kemungkinan tidak akan selesai tepat waktu. Meskipun SKPD terkait masih yakin akan selesai tepat waktu, kami harap mereka bisa benar-benar menyelesaikannya,” ujar Faizal.

Faizal juga menekankan pentingnya profesionalisme kontraktor dalam proyek tahun jamak. Dia berharap agar kontraktor yang terlibat memiliki modal sendiri dan tidak mengandalkan modal pinjaman, serta memiliki alat kerja yang memadai untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target.

“Nantinya akan kita lakukan evaluasi terkait hal ini,” pungkas Faizal. (*/ADV)

Berita Terbaru