Piter Palinggi Minta Perda Yang Tidak Relevan Ditinjau Ulang

Kaltim, Parlementaria1556 Dilihat

SANGATTA – Dalam Rapat Paripurna ke-23 DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Masa Persidangan II Tahun Sidang 2023-2024, Anggota DPRD Kutim Piter Palinggi menyampaikan interupsinya terkait dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang sedang dibahas, yaitu tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran dan Ketertiban Umum.

Piter Palinggi mengungkapkan bahwa dua perda ini memang ditunggu-tunggu dan diharapkan dapat berjalan dengan baik.

“Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, perlu ditunjang oleh beberapa faktor, seperti infrastruktur dan yang terpenting adalah kepatuhan masyarakat terhadap aturan,” Kata Piter Palinggi saat berlangsungnya rapat paripurna ke 23.

Lebih lanjut, Piter menyoroti banyaknya perda yang sudah ada, namun tidak berjalan efektif. Ia pun mengusulkan agar perda-perda yang tidak relevan dicabut saja.

“Contohnya Perda Bebas Rokok. Di DPRD ini pun berlaku Perda Bebas Rokok, tapi kadang kita sendiri yang melanggar. Kalau tidak relevan, lebih baik kita cabut,” ujarnya.

Piter juga mencontohkan Perda Miras dan Perda Parkir yang tidak berjalan dengan baik. Menurutnya, perlu penegasan kembali agar perda-perda tersebut dapat ditaati dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Contoh lagi, Perda Miras ada pajaknya, tapi orang beli tidak ada lagi tuh pajaknya. Perda Parkir, di Pasar Induk Sangatta kita lihat tidak berlaku,” terangnya.

Oleh karena itu, Piter memberikan masukan dan saran agar perda-perda yang ada ditinjau ulang dan diperkuat agar tidak hanya menjadi aturan di atas kertas.

“Semua mungkin perlu ditinjau kembali supaya jangan membuat perda tapi tidak berjalan,” tutupnya. (*/ADV)

Berita Terbaru