
DPRD Samarinda Kunjungi Kutim, Bahas LKPJ dan Penyerapan Anggaran
Sangatta – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Samarinda melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kutai Timur (Kutim) pada Senin, 13 Mei 2024. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap LKPJ yang telah disusun oleh Pansus DPRD Samarinda.
Kunjungan ini disambut langsung oleh Ketua DPRD Kutim dan Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kutim.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kutim, Joni, menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan rapat hearing untuk membahas LKPJ masing-masing daerah.
“Itu tadi yang datang teman-teman Pansus dari DPRD Samarinda, mereka datang ke sini untuk hearing aja,” jelasnya.
Sementara itu, mengutip dari infobenua.com anggota Pansus LKPJ Samarinda, Deni Hakim, menjelaskan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam evaluasi LKPJ antara kedua DPRD tersebut. Perbedaan ini mendorong Pansus Samarinda untuk berdiskusi dengan Pansus Kutim guna mendapatkan pertimbangan yang lebih komprehensif dalam penilaian LKPJ.
“Mereka banyak memiliki anggaran yang belum optimal,” ungkapnya
Deni juga menyampaikan bahwa penyerapan anggaran di Kutim masih belum maksimal. Hal ini terlihat dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum mampu menjalankan program secara menyeluruh. Namun, ia menekankan bahwa hal ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh kelalaian pemerintah daerah.
“Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan pemerintah daerah, karena mereka juga memiliki banyak Dana Bagi Hasil,” tambahnya.
Perbedaan daerah dan besaran anggaran antara Samarinda dan Kutim menjadi salah satu poin diskusi utama. Hasil dari diskusi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menindaklanjuti hasil LKPJ.
Lebih lanjut, Deni menjelaskan bahwa Pansus Samarinda juga diajak untuk mengunjungi beberapa kawasan industri di Kutim, mengingat Pendapatan Asli Daerah terbesar di wilayah tersebut berasal dari sektor industri tambang.
“Banyak hal yang kami diskusikan, dan yang paling utama adalah penyerapan anggaran dan rencana strategis ke depannya,” tutupnya.








