
Anggota DPRD Kutim Minta Pemkab Prioritaskan Air Bersih
Sangatta – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Novel Tyty Paembonan, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim untuk memprioritaskan pemenuhan air bersih. Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi.
“Air bersih bukan sekadar kebutuhan, melainkan merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Novel dalam keterangannya, Jumat (27/10/2023).
Novel menyayangkan, pemenuhan air bersih di beberapa kecamatan dan desa di Kutim belum mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Kutim. Akibatnya, persoalan air bersih menjadi isu utama masalah di Kutim. Hal ini pun diakui oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, bahwa masih ada banyak warga yang belum mendapatkan akses layanan air bersih yang layak dikonsumsi.
“Pemkab Kutim harus merasa bertanggung jawab atas pemenuhan sumber air bersih, mengingat betapa krusialnya peran air bersih dalam kehidupan masyarakat,” kata Novel.
Novel yang merupakan seorang dokter, menjelaskan bahwa air bersih adalah landasan kesehatan masyarakat. Konsumsi air yang tidak bersih dengan zat aditif yang mencukupi dapat mengancam kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, ia sangat berharap agar Pemkab Kutim dan DPRD Kutim bersinergi bersama untuk membangun Kutim yang lebih baik.
“Dengan anggaran yang besar ini, seharusnya kita lebih memprioritaskan pembangunan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, jangan mengadakan program yang tidak terlalu penting,” ujarnya.
Selain air bersih, pendidikan, kesehatan, dan akses antar daerah juga menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Pendidikan merupakan kunci kemajuan daerah, karena melalui pendidikan yang berkualitas, sumber daya manusia yang unggul dapat dihasilkan. Kesehatan, sebagai komponen dasar dalam pembangunan, juga menjadi tolak ukur untuk kemajuan suatu daerah.
Selain itu, akses jalan yang baik juga sangat penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkuat perputaran ekonomi.
“Saya berharap, dengan anggaran yang besar ini, kita, baik pemerintah maupun DPRD, dapat memfokuskan upaya pada pembangunan pemenuhan kebutuhan dasar warga Kutim,” pungkasnya. (*/ADV)





