Warga Perum GTI Sangatta Bergotong Royong Tangkap Buaya

Sangatta…Seekor buaya berukuran lebih dari 1,5 meter, Senin (27/4) malam, muncul di saluran air atau parit warga di perumahan Graha Tama Indah (GTI) Jalan Padat Karya, Sangatta Utara. Hewan reptil dua alam yang diketahui merupakan jenis buaya muara (Crocodylus porosus) ini, memang adalah sejenis buaya yang terutama hidup di sungai-sungai dan di laut dekat muara. Daerah penyebarannya dapat ditemukan di seluruh perairan Indonesia, termasuk di Sangatta, Kutai Timur.

 

Kemunculan hewan buas ini, sontak membuat puluhan warga perumahan GTI, beramai-ramai menangkapnya. Pasalnya,  hewan ganas ini memang diketahui kerap muncul di saluran air perumahan, terutama di malam hari. “Buaya ini memang sejak Sabtu (25/4) malam, muncul dan mencuri perhatian warga. Namun saat akan ditangkap, berhasil kabur. Hingga akhirnya malam ini tidak disangka, ternyata muncul kembali dan alhamdulilah dengan peralatan seadanya akhirnya (buaya, red) bisa kami tangkap,” ucap Lutfi dan Aga, warga perumahan GTI kepada wartawan.

 

Ditambahkan Aga,  sejak kemunculan buaya di parit perumahan yang kebetulan tepat berada di samping rumah tempat tinggalnya, membuat warga setempat merasa was-was. Pasalnya, selain banyaknya hewan peliharaan yang sering mondar-mandir di pinggir parit, terutama kucing, juga dikhawatirkan akan membahayakan anak-anak kecil warga perumahan yang memang suka bermain di area perumahan.

 

“Karena memang letak lokasi perumahan tidak terlalu jauh dari muara laut, sehingga diyakini memang merupakan habitat buaya muara. Tidak jarang, warga menyaksikan penampakan buaya, dengan berbagai ukuran. Ada yang masih anakan dan ada pula yang hampir dewasa, seperti yang kami tangkap malam ini. Namun hingga saat ini, warga memang belum pernah melihat buaya dengan ukuran lebih besar atau indukan. Mengingat bahayanya, terutama membahayakan keselamatan warga dan anak-anak yang sering bermain di sekitar lokasi perumahan, akhirnya kami berinisiatif dan memberanikan diri untuk menangkapnya,” jelas Aga.

 

Usai ditangkap, reptil buas ini kemudian langsung diserahkan kepada petugas pemadam kebakaran, yang memang datang setelah dihubungi warga. Meski diyakini masih ada keberadaan buaya lainnya, namun warga perumahan berharap hewan buas ini tidak lagi muncul di sekitar lokasi perumahan.

 

“Kami berharap tidak ada lagi buaya yang muncul di sekitar lokasi perumahan. Karena jika menampakkan diri, maka terpaksa kami tangkap kembali, demi keselamatan warga,” pungkas Aga.