oleh

HUT Kutim Ke 19, Momentum Intropeksi Diri

Sangatta…Agenda tahunan Sidang Paripurna Istimewa I mendengarkan pidato bupati menjelang peringatan HUT ke-19 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) digelar di gedung DPRD, Selasa (10/10/2018).

Sidang Paripurna Istimewa ini dihadiri Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Sekretaris Daerah Irawansyah, para anggota DPRD Kutim, pimpinan FKPD, pimpinan bank dan perusahaan serta organisasi masarakat dan pemuda.

Bupati Ismunandar dalam pidatonya menegaskan, peringatan hari jadi ke-19 Kutim ini adalah momentum instrospeksi diri agar pondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu dapat dijadikan dasar dan pedoman dalam menjawab tantangan yang semakin besar, serta merancang strategi dan kebijakan yang lebih baik menuju Kutim sejahtera.

“Inilah momentum yang tepat bagi para stakeholder (pemangku kepentingan) di Kutim untuk bersinergi bersama melalui kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas fokus dan tuntas. Tanpa kerjasama semua pihak sulit mewujudkan cita-cita pembangunan yang sudah disusun bersama,” tegasnya.

Dalam menyusun program pembangunan jangka menengah 2016-2021 Pemkab Kutim berpedoman pada azas kesinambungan dengan berdasarkan sudut pandang dan komitmen antara lain memosisikan masyarakat sebagai subyek pembangunan, kedua, secara konsisten tetap menjadikan agrobisnis dan agroindustry sebagai tumpuan daerah dengan tetap mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.

Dengan meningkatkan proses pengendalian pembangunan secara berkala melalui kegiatan coffee morning, mengupayakan pendanaan alternatif dari sumber-sumber lain seperti APBN, APBD Provinsi dan pinjaman daerah untuk meningkatkan kemampuan fiskal daerah, serta meningkatkan peran semua pemangku kepentingan dalam pembangunan daerah, termasuk di dalamnya adalah optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Ada beberapa kemajuan pelaksanaan pembangunan daerah, antara lain perkembangan ekonomi daerah yang ditunjukan oleh laju pertumbuhan Produk Domestic Regional Bruto (PDRB), diketahui laju pertumbuhan PDRB tanpa migas dan batu bara 2016 sebesar 1,14% meningkat menjadi 2.93% pada 2017,” ujarnya saat menyampaikan agenda tahunan Sidang Paripurna Istimewa I mendengarkan pidato bupati menjelang peringatan HUT Kutim, di Gedung DPRD, Kamis (11/10).

Sedangkan dengan migas dan batu bara sebesar (-1,07%) pada 2016 meningkat menjadi 1,49% di 2017.

Juga, pencapaian angka indeks pembangunan manusia (IPM) sebagai indikator komposit dari pembangunan sektor pendidikan kesehatan dan daya beli, meningkat dari 71,10% di 2016 menjadi 71,91 % pada 2017, sedangkan indeks kedalaman kemiskinan, antara 2016 dan 2017 mengalami penurunan dari angka 2,05% menjadi 1,26%.

“Indikator kesehatan masyarakat Kutim dari 72,39 pada 2016 meningkat menjadi 72,45 pada 2017. Untuk indikator pendidikan ditunjukan dengan angka rata-rata lama sekolah mengalami peningkatan darai 8,72 pada 2016 menjadi 8,96 pada 2017, dalam bidang pembangunan infrastruktur terutama jalan, air bersih dan listrik terus mengalami peningkatan,” katanya.

Dia menyampaikan, pembangunan bidang pertanian dalam arti luas pada sub sektor tanaman pangan ditunjukan oleh produktifitas beberapa komoditas unggulan. Padi sawah di 2017 produktifitas 49.86 Kw/Ha meningkat menjadi 50,43 Kw/Ha gabah kering panen pada 2018, untuk sub sektor perkebunan, produksi kelapa sawit 2016 mencapai 5,08 juta ton dan pada 2017 menjadi 5,87 juta ton.

“Jumlah fasilitas pasar yang terbangun hingga 2016 sebanyak tiga unit, kemudian pada 2017 dibangun satu unit dan 2018 tujuh unit. Dengan demikian hingga tahun 2018 telah terbangun 11 unit pasar,” paparnya.

Berita Terbaru