
Realisasi Anggaran Kutim Baru 43 Persen, Rizali Hadi Minta OPD Bergerak Cepat
Sangatta – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutai Timur (Kutim), Rizali Hadi, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera menyusun rencana aksi guna mempercepat pencapaian target realisasi fisik maupun keuangan. Langkah ini diambil mengingat sisa waktu tahun anggaran yang kian terbatas.
Arahan tersebut disampaikan Rizali Hadi kepada sejumlah awak media usai mengikuti rapat Radaloq yang berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. Selasa (28/10/2026)
Rizali Hadi menjelaskan, banyaknya paket pengadaan kegiatan, baik fisik maupun nonfisik, menuntut adanya langkah percepatan yang terukur. Karena itu, pemerintah daerah menargetkan seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat tuntas sebelum akhir tahun.
“Kita tadi berikan arahannya untuk membuat rencana aksi supaya pencapaian target realisasi fisik dan keuangan ini bisa sesuai. Karena waktu kita juga terbatas, harapan kita di pertengahan Desember itu sudah bisa diselesaikan sesuai dengan target,” ujar Rizali.
Berdasarkan data saat ini, capaian realisasi baru menyentuh angka 43 persen. Menurut Rizali, kondisi tersebut dipengaruhi oleh proses pergeseran anggaran yang baru rampung pada Agustus lalu, disusul masuknya anggaran perubahan pada awal Oktober yang memerlukan waktu untuk penyelesaian proses administrasi.
“Baru 43% karena kita kemarin waktu pergeseran kita juga baru selesai di Agustus. Kemudian masuk anggaran perubahan kita baru di Oktober awal. Sehingga proses administrasinya ini juga perlu waktu lah,” kata Rizali hadi
Selain urusan administrasi, pelaksanaan kegiatan fisik di lapangan setiap tahunnya juga kerap dihadapkan pada tiga kendala utama, yakni keterbatasan waktu, ketersediaan material, serta faktor cuaca. Kendati demikian, kondisi cuaca kemarau pada tahun ini dinilai cukup membantu kelancaran pengerjaan fisik dibandingkan tahun lalu yang masih dilanda hujan.
“Itu faktor waktu. Keterbatasan waktu. Yang kedua, ketersediaan material. Yang ketiga, faktor cuaca. Satu tahun ini kan kita kemarau di sana bisa lebih lancar. Iya, kan. Kalau tahun lalu kan masih hujan,” ungkapnya
Untuk memastikan percepatan berjalan efektif, Rizali mengaku telah memberikan penekanan khusus kepada para asisten untuk mengawasi langsung kinerja perangkat daerah di bawah koordinasi masing-masing.
“Kita tadi arahkan untuk semua asisten yang membawahi beberapa dinas dan badan untuk mengontrol. Dinas dan badan membuat rencana aksinya, targetnya kapan, siapa-siapa saja yang berperan di situ untuk segera melaksanakan dan menyelesaikan kegiatan fisik maupun nonfisik,” tegasnya.
Terkait evaluasi dan antisipasi penyusunan anggaran oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada tahun depan agar proses administrasi tidak kembali molor di awal tahun, Rizali mengakui adanya dinamika rutin yang kerap tidak terhindarkan.
“Ya, ini kan setiap tahun pengalaman kita. Nah, kadang-kadang dari dari apa yang sudah kita rancangkan pasti ada saja kendalanya, ada yang baru masukkan lagi. Nah, makanya apa yang bisa kita lakukan tuh di pergeseran. Nah, pergeseran ini lah perlu waktu,”jelasnya
Bahkan menurut Rizali hadi Sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkadang baru mengajukan penyesuaian kebutuhan operasional yang bersifat mendesak di tengah jalan, sehingga menuntut dilakukannya pergeseran anggaran yang memakan waktu.
“Kadang-kadang dari apa yang sudah kita rancangkan pasti ada saja kendalanya, ada yang baru dimasukkan lagi. Misalnya ada SKPD yang uang untuk bayar listriknya tidak tepat, internet kurang, atau belanja pegawai seperti gaji yang kurang. Kalau tidak dipenuhi, orang tidak bisa kerja. Hal-hal sifatnya rutin yang masuk belakangan inilah yang membuat kita harus melakukan pergeseran lagi,” pungkasnya. (*)





