
Pemuda Kutim Hebat Dorong DPRD Minta Pemkab Kutim Gunakan Anggaran DTT 2026 Untuk Penanganan Karhutla Kutim
SANGATTA – Organisasi kepemudaan Pemuda Kutim Hebat mendesak DPRD Kutai Timur untuk memanggil dan meminta Pemerintah Kabupaten Kutim segera menggunakan anggaran Dana Tidak Terduga (DTT/BTT) 2026 untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang semakin masif.
Desakan ini dinilai sangat rasional di tengah kondisi darurat asap yang menyelimuti beberapa kecamatan di Kutim. Sementara daerah lain di Kalimantan sudah bergerak cepat, Kutim dinilai masih lambat dalam merealisasikan anggaran darurat.
“Kami melihat di Kalbar BTT Karhutla ditetapkan Rp20 Miliar, di Jambi Rp30 Miliar, bahkan Presiden Prabowo sudah mengucurkan Rp760 Miliar untuk 7 provinsi dan 35 kabupaten/kota terdampak. Mendagri sendiri sudah menerbitkan surat edaran untuk percepatan penggunaan anggaran. Jangan sampai di Kutim uangnya ada tapi tidak digunakan saat rakyat menjerit karena asap,” tegas perwakilan Pemuda Kutim Hebat.
Pemuda Kutim Hebat meminta 3 langkah konkret:
1. DPRD Kutim harus panggil Pemkab : Meminta transparansi berapa alokasi DTT/BTT 2026 dan berapa bantuan pusat (Banpres) Karhutla yang sudah masuk ke Kutim, seperti yang ditagih Ketua DPRD Ketapang soal dana Rp60 Miliar.
2. Gunakan untuk Operasional Lapangan: Dana DTT jangan hanya di atas kertas. Gunakan untuk BBM patroli, mesin alkon, selang, makan-minum personel BPBD, Damkar, MPA, dan relawan di lapangan. Seperti di Palangka Raya yang menghabiskan Rp2,25 Miliar dalam 3 tahap hanya untuk operasional.
3. Fokus Pencegahan, Bukan Hanya Pemadaman: Sesuai Inpres No 11 Tahun 2026, gunakan DTT untuk sosialisasi larangan bakar dan pembuatan sumur bor di lahan gambut rawan Karhutla.
“Karhutla ini bencana berulang. Kalau anggaran DTT 2026 tidak digunakan sekarang untuk penanganan cepat dan tepat, dampaknya akan ke kesehatan, pendidikan karena sekolah libur, dan ekonomi masyarakat. Kami minta Pemkab Kutim jangan menunggu APBD Perubahan berlarut-larut, gunakan payung hukum DTT yang memang untuk keadaan darurat,” tutupnya. (Rilis/*)





