Pemasangan Jembatan Bailey, Akses Jembatan Sungai Lembak Bengalon Ditutup Selama Satu Bulan Kedepan

Foto : Camat Bengalon Muhammad Harun Al Rasyid saat ditemui di Kantor Bupati Kutai Timur pada senin (12/10/2026)

Sangatta – Akses lalu lintas di Jembatan Sungai Lembak, Kecamatan Bengalon, dipastikan akan ditutup sementara selama kurang lebih satu bulan ke depan. Penutupan jalan ini dilakukan menyusul adanya proyek pemasangan jembatan Bailey di lokasi tersebut oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Camat Bengalon, Muhammad Harun Al Rasyid, menyampaikan bahwa jadwal pasti penutupan jembatan saat ini masih menunggu arahan dan koordinasi lebih lanjut dari pihak BPJN.

“Mungkin untuk penutupan sekitar tanggal 12 atau besok tanggal 13 Oktober 2026. Kalau informasi yang saya dapat, itu tergantung dari teman-teman BPJN kapan mau menutup. Dan kemungkinan penutupannya itu selama kurang lebih satu bulan ke depan,” ungkap Muhammad Harun Al Rasyid saat ditemui di Kantor Bupati Kutai Timur pada senin (12/10/2026)

Muhammad Harun Al Rasyid  menjelaskan, di titik tersebut nantinya akan dibangun jembatan Bailey yang memiliki bentang panjang 66 meter dengan lebar sekitar 5 meter. Sembari menunggu pengerjaan jembatan tersebut rampung, masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk menggunakan jalur alternatif.

“Silakan melalui jalur alternatif Sepaso Selatan. Masuk di jembatan pertama yang di Perdau, itu nanti tembusnya bisa di jalan Ken Arok atau di Sempayang,” tuturnya memberikan panduan rute bagi warga.

Terkait jarak tempuh, ia merincikan bahwa panjang lintasan pengalihan arus bervariasi. Apabila pengendara melintasi jalur Sempayang, jarak tempuhnya mencapai 14 kilometer. Sementara itu, jika pengendara memilih rute melalui jalan Ken Arok, jarak tempuhnya sedikit lebih pendek, yakni sekitar 13 kilometer.

Mengenai kondisi fisik jalan alternatif yang akan dilalui masyarakat, Muhammad Harun Al Rasyid tidak menampik bahwa saat ini lapisannya masih berupa pengerjaan dasar dan belum sepenuhnya keras.

“Pengerasannya belum, ini masih tanah uruk. Mudah-mudahan progresnya bisa cepat. Nanti setelah tanah uruk, di atasnya akan kita pasangi batu merah lagi,” pungkasnya. (ADV/*)