
Hasil Penilaian KLA Kutim Belum Keluar, DP3A Targetkan Predikat Nindya
Sangatta – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim mengaku hingga kini masih menunggu hasil penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) dari Pemerintah Pusat, yang disebut mengalami perubahan mekanisme dari setiap tahun menjadi dua tahun.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3A Kutim, Rita Winarni, mengatakan penilaian KLA tetap dilakukan, namun pelaksanaannya kini berlangsung dalam periode dua tahunan.
“Penilaiannya itu sebenarnya tiap tahun tapi untuk tahun ini berubah jadi dua tahun,” kata Rita saat ditemui sejumlah awak media.
Menurutnya, informasi yang diterima menyebutkan hasil penilaian akan diumumkan pada Oktober. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman maupun bocoran mengenai hasil tersebut.
“Kemarin kami baru koordinasi ke kementerian, kami tanyakan belum ada sih,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rita Winarni menyebutkan, Kutim saat ini masih berada pada kategori Madya dalam penilaian KLA. Namun, masih terdapat sejumlah indikator yang menjadi kendala untuk meningkatkan peringkat tersebut.
Salah satunya adalah angka putus sekolah yang pada penilaian sebelumnya masih tergolong tinggi. Selain itu, angka pernikahan dini juga masih menjadi perhatian.
“Terus ada beberapa seperti tadi sekolah ramah anak kita belum terstandarisasi. Puskesmas ramah anak kita belum punya,” jelasnya.
Untuk itu kedepan, DP3A Kutim menargetkan peningkatan kategori KLA hingga predikat Nindya. Rita Winarni mengatakan target tersebut dipilih secara realistis dengan mempertimbangkan berbagai indikator yang harus dipenuhi.
“Paling tidak kita target kita di Nindya sih. Enggak muluk-muluk lah di Nindya aja,” katanya.
Lebih lanjut Rita Winarni menambahkan, target tersebut diharapkan dapat dicapai secara konsisten, mengingat terdapat daerah yang sebelumnya telah meraih kategori lebih tinggi namun kemudian mengalami penurunan peringkat.
“Karena kalau lanjutan karena banyak kejadian yang sudah Nindya tiba-tiba turun,” pungkasnya. (ADV/*)





