Persiapkan Pengalihan Arus Jembatan Lembak, Pemcam Bengalon Keber Pengerjaan Jalan Alternatif 12 Km

BENGALON – Pengerjaan jalan alternatif di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, terus dilakukan sebagai persiapan menghadapi rencana perbaikan sementara Jembatan Sungai Lembak. Hingga kini, pekerjaan yang telah berlangsung sekitar dua pekan tersebut baru memasuki tahap pelebaran jalan, sementara peningkatan dan leveling badan jalan masih dalam proses.

Camat Bengalon Muhhammad Harun Al Rasyid mengatakan, pengerjaan jalan alternatif dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) serta sejumlah perusahaan di wilayah Bengalon.

“Kita sudah kerjakan sekitar dua mingguan ini. Untuk progresnya baru pelebaran jalan di sana. Untuk leveling atau peningkatan jalannya masih proses,” kata Muhammad Harun Al Rasyid saat ditemui di ruang kerjanya, pada Kamis (24/9/2026)

Menurutnya, dukungan alat dan armada berasal dari sejumlah pihak, termasuk PT KPC, ITAKA, KNC, LMA serta perusahaan perkebunan yang mengerahkan dump truck. Material tanah uruk juga masih diperoleh secara gratis.

“Namun, pekerjaan di lapangan mulai menghadapi kendala karena sejumlah dump truck dari perusahaan sawit yang sebelumnya membantu selama sekitar 10 hari mulai ditarik,” ucapnya

Karena itu, ia berharap perusahaan di luar maupun sekitar Kecamatan Bengalon juga dapat dilibatkan untuk membantu penyelesaian jalan alternatif tersebut.

Dijelaskannya jalan alternatif yang disiapkan berada di wilayah Sepaso Selatan dengan panjang sekitar 12 kilometer. Dari jalur tersebut, sekitar enam kilometer membutuhkan pekerjaan leveling karena terdapat bagian jalan yang perlu ditinggikan, bahkan hingga sekitar satu meter, terutama untuk mengantisipasi kondisi jalan yang terdampak banjir.

Persiapan ini berkaitan dengan rencana perbaikan Jembatan Sungai Lembak oleh BPJN. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pekerjaan dilakukan.

“Kalau ada pengalihan itu sekitar dua sampai tiga hari penutupan untuk perbaikan Jembatan Lembak,” ujarnya.

Harun menjelaskan, jalan alternatif tersebut sementara dapat dilalui kendaraan kecil. Namun, kendaraan besar belum dapat melintas karena terdapat Jembatan Deli yang tidak mampu dilalui kendaraan bermuatan lebih dari delapan ton.

“Cuman untuk mobil besar belum bisa karena di dalam sana itu ada jembatan deli yang enggak bisa di lewatin oleh ee kendaraan bermuatan lebih dari 8 ton,” terangnya

Sementara untuk opsi pengalihan kendaraan berat maupun kemungkinan ada pengalihan ketempat lain atau penutupan sementara selama perbaikan masih dibahas dan dimatangkan oleh pihak terkait.

“Nah, kendala-kendala di lapangan juga ada warga yang ngeblok jalan, di Sepaso Timur,” pungkasnya (ADV/*)