Cegah Permainan Harga TBS, Wabup Dorong Koperasi Sawit di Kutim Bisa Bangun Pabrik CPO

Foto : Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi Saat Menyampaikan Sambutan dalam acara lokakarya Penguatan Akses Petani Swadaya terhadap Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Hotel Royal Victoria Sangatta, belum lama ini.

Sangatta – Untuk menghindari permainan harga oleh perusahan refinery atau parbrik CPO (Crude Palm Oil) dari perusahan perkebunan besar yang ada saat ini,  Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi memberikan sebuah solusi, yang merupakan hasil studi banding Dinas Kooperasi ke Sumatra beberapa waktu lalu. Dimana di Sumatra, ternyata Kooperasi bisa mendirikan pabrik CPO, dengan menghimpun petani sawit mandiri dengan luas lahan hanya sekitar 1400 hectare.

“Kadis Kooperasi telah melakukan studi banding ke Sumatra.  Dia menemukan di sana ada kooperasi punya pabrik CPO. Murni milik kooperasi. Padahal, kooperasi itu hanya menghimpun masyarakat dengan luas lahan sawit sekitar 1400 hektare, dan bisa mampu bangun pabrik CPO,” kata mahyunadi  saat membuka Lokakarya Penguatan Akses Petani Swadaya terhadap Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Hotel Royal Victoria Sangatta, belum lama ini.

Jika di Sumatra bisa dilakukan, menurut Mahyunadi hal ini mungkin juga bisa dilakukan di kutim. Koopersi bisa menghimpun petani sawit mandiri, dan membangun pabrik CPO. Dengan memiliki pabrik CPO, maka perusahan tidak bisa lagi mainkan harga.

Dimana selama ini, bahkan harga yang ditentukan pemerintah pun masih bisa diabaikan perusahan dengan berbagai alasan. Namun dengan kooperasi bisa miliki pabrik CPO, maka permainan harga itu tidak akan terjadi lagi. “Jadi kooperasi bisa jadi jaminan. Kooperasi bisa buat Perjanjian kerja sama (PKS) dengan masyarakat soal pembelain Tandan Buah Segar (TBS). Artinya, masyarakat juga bisa mendapat andil dalam hilirisasi sawit,” terangnya

Dengan demikian, maka manfaat ekonomi dari industri sawit dapat lebih banyak dirasakan masyarakat lokal. Termasuk dengan industri hilir seperti refinery , karena menjadi peluang untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Sehingga kooperasi dan petani daerah memperoleh manfaat langsung dari industri sawit. (Caya/ADV/*)