Sembilan PAUD di Kutim Jadi Sasaran Akreditasi BAN-PDM Kaltim 2026

SANGATTA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) bersama Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM) Kalimantan Timur menetapkan sembilan satuan PAUD di Kabupaten Kutim sebagai sasaran akreditasi tahun 2026.

​Penetapan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Akreditasi Satuan PAUD di Sangatta, Jumat (28/8/2026).

Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda sosialisasi, tetapi dilanjutkan dengan advokasi dan pendampingan secara lebih mendalam bagi sembilan lembaga yang masuk dalam sasaran akreditasi 2026.

“Ini kegiatannya sosialisasi akreditasi tahun 2026. Nah, sekaligus kita melakukan advokasi. Ada sembilan lembaga yang masuk di dalam kuotanya BAN-PDM untuk akreditasi 2026,” ujar Heri.

Menurutnya, pendampingan dilakukan untuk memastikan satuan pendidikan memiliki kesiapan maksimal ketika memasuki tahap visitasi oleh asesor BAN-PDM.

Heri menargetkan seluruh satuan pendidikan yang mengikuti proses akreditasi tersebut mampu memperoleh predikat minimal B. Bahkan, ia mendorong masing-masing lembaga untuk berupaya memperoleh hasil terbaik hingga predikat A.

Ia menjelaskan, capaian akreditasi juga berkaitan dengan Rapor Pendidikan. Karena itu, satuan pendidikan dengan hasil akreditasi rendah dinilai dapat memengaruhi capaian pendidikan secara keseluruhan.

“Ketika masih C nanti otomatis akan memberatkan Rapor Pendidikan kita. Targetnya minimal B dan mereka sudah pasang target semaksimal mungkin untuk mendapatkan nilai A,” jelasnya.

Namun, Heri menegaskan bahwa akreditasi tidak boleh hanya dimaknai sebagai upaya memperoleh predikat A, B, atau C. Lebih dari itu, hasil akreditasi harus mencerminkan kualitas layanan pendidikan yang benar-benar diterapkan secara berkelanjutan.

“Kita berharap dengan demikian nanti tidak hanya sekadar mereka dapat A, B atau C, tetapi bagaimana hasil akreditasi itu benar-benar menunjukkan pelayanan kualitas layanan mereka,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Perwakilan BAN-PDM Kaltim, Heppy Liana, mengatakan sembilan satuan pendidikan tersebut merupakan sasaran akreditasi tahun 2026 dan sebagian merupakan sekolah yang belum pernah menjalani akreditasi.

“Di kuota tahun 2026 ini Kalimantan Timur mendapatkan sembilan sekolah menjadi data sasaran, yaitu sekolah-sekolah yang belum pernah diakreditasi,” kata Heppy.

Ia menyebutkan, kegiatan sosialisasi diikuti 18 peserta yang mewakili sembilan satuan pendidikan. Mereka diberikan pemahaman mengenai dokumen yang harus disiapkan serta kesiapan menghadapi proses akreditasi dan visitasi BAN-PDM Kaltim.

“Di mana kegiatan ini nantinya akan membantu mereka menyiapkan dokumen dan juga kesiapan menghadapi proses akreditasi dan visitasi BAN-PDM Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ditempat yang sama pengawas Kabupaten Kutai Timur, Diyah Hayatiningsih, mengatakan sosialisasi tersebut penting karena memberikan pemahaman kepada satuan PAUD mengenai tahapan yang harus dilakukan sebelum pelaksanaan akreditasi.

Menurutnya, dari sembilan satuan pendidikan tersebut terdapat lima kelompok bermain dan empat TK. Para pengelola selanjutnya akan mempersiapkan dua tahapan utama, yakni pengisian melalui aplikasi SISPENA serta persiapan menghadapi visitasi asesor.

“Kami bersyukur ada sosialisasi ini supaya teman-teman yang mau akreditasi itu paham apa yang harus dilakukan di pra-akreditasi,” ujar Diyah.

Ia menegaskan jajaran pengawas akan memberikan pendampingan secara maksimal agar seluruh satuan pendidikan sasaran mampu memperoleh nilai minimal B.

“Kami sebagai pengawas ini berupaya semaksimal mungkin supaya nanti mereka mendapatkan nilai paling minim B. Ini berpengaruh dengan Rapor Pendidikan Kutai Timur,” katanya.

Sementara itu, Pengawas TK, Karni, menekankan akreditasi harus menjadi momentum bagi lembaga PAUD untuk memahami dan menjalankan standar pelayanan pendidikan sesuai ketentuan pemerintah

Ia berharap seluruh lembaga pendidikan tidak hanya mengejar status akreditasi, tetapi mampu memastikan standar pembelajaran, sarana dan pelayanan lainnya benar-benar diterapkan.

“Harapan kami dengan ada sosialisasi, ada akreditasi ini semua lembaga pendidikan memahami peran apa yang harus dilakukan oleh lembaganya, oleh gurunya, sehingga bisa melaksanakan standar sesuai dengan harapan pemerintah,” kata Karni.

Adapun sembilan satuan pendidikan yang masuk daftar sasaran sosialisasi akreditasi PAUD Kutim 2026 yakni KB Tunas Bangsa di Kecamatan Bengalon, KB Masyitoh dan KB Bina Kasih di Kecamatan Sangatta Utara, serta KB Putra Bangsa di Kecamatan Teluk Pandan.

Sementara lima satuan TK meliputi TK Anugerah Abadi 3 di Kecamatan Kombeng, TK Islam Al Falah di Kecamatan Muara Wahau, serta TK Permata Asri, TK Daarut Tauhid dan TK Tulip yang berada di wilayah Kutai Timur.

Melalui pendampingan tersebut, Disdikbud Kutim bersama BAN-PDM Kaltim berharap proses akreditasi tidak berhenti pada pencapaian nilai, tetapi menjadi instrumen untuk memastikan peningkatan kualitas layanan PAUD berlangsung secara nyata dan berkelanjutan.

Heri menambahkan, kualitas layanan PAUD nantinya tidak hanya dilihat dari hasil akreditasi. Implementasi di lapangan juga akan terus dipantau melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan para pengawas Disdikbud Kutim. (*)