
Jangkau Daerah Terpencil, Disdikbud Kutim Optimalkan Pendidikan Nonformal di Kampung Melawan
SANGATTA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengoptimalkan layanan pendidikan nonformal melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) bagi warga di kawasan terpencil Kampung Melawan, Desa Persiapan Pinang Raya, Sangatta Selatan, Senin (17/8/2026). Langkah ini diambil sebagai solusi atas kendala geografis dan belum jelasnya status kawasan untuk pembangunan fasilitas sekolah formal.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Disdikbud Kutim, Heri Purwanto, menegaskan bahwa pelayanan pendidikan harus tetap berjalan meski terdapat keterbatasan. Melalui unit SKB, pemerintah menyediakan program pembelajaran mulai dari jenjang PAUD hingga pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang diakui legalitasnya.
“Jika pendidikan formal masih belum memungkinkan, maka pendidikan nonformal hadir menjadi jawaban untuk melayani masyarakat,” ujar Heri di sela-sela peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kampung Melawan.
Heri menjelaskan, pembangunan fasilitas pendidikan permanen di kawasan tersebut saat ini belum bisa dilakukan. Pihaknya masih menunggu kepastian regulasi terkait status kawasan Kampung Melawan, termasuk potensi masuknya wilayah tersebut ke dalam area hutan lindung.
Meski demikian, Heri memastikan operasional layanan SKB di lapangan tetap berjalan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
Kehadiran layanan pendidikan dari Disdikbud Kutim ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat. Penjabat (Pj) Kepala Desa Persiapan Pinang Raya, Rosliati, menyebutkan bahwa pendampingan pendidikan di Kampung Melawan sebenarnya telah dirintis secara swadaya oleh para relawan sejak tahun 2020.
“Alhamdulillah, saat ini murid-murid kami sudah terdaftar secara resmi dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) SKB. Kami berharap sinergi ini terus berkelanjutan agar anak-anak di sini memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Rosliati. (*)







