Edukasi Keselamatan Jalan, Polres Kutim Ajak Ojol Sangatta Jadi Pelopor Tertib Lalu Lintas

Bukan Tilang! Satlantas Polres Kutim Temui Ojol Sangatta, Pesan Keselamatan Jadi Sorotan

SANGATTA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Timur menyambangi komunitas ojek online (ojol) melalui program Polantas Menyapa Bersama Ojek Online di Kedai Ojol Kamtibmas, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana Satlantas Polres Kutai Timur untuk membangun komunikasi dengan para pengemudi ojek online sekaligus menyampaikan edukasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas.

Kegiatan dipimpin Kasat Lantas Polres Kutai Timur AKP Rezky Nur Harismeihendra, selaku penanggung jawab, bersama Kanit Kamsel Satlantas Polres Kutim IPDA Sasnural, Bripka Sudarmin, dan Bripda Briyan Setiawan Aritonang Ompusunggu.

Dalam pertemuan tersebut, personel Satlantas memberikan sosialisasi terkait keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. Para pengemudi ojol diajak untuk menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya dengan selalu mematuhi aturan dan mengutamakan keselamatan saat bekerja.

Kasat Lantas Polres Kutai Timur AKP Rezky Nur Harismeihendra mengatakan komunitas ojek online merupakan salah satu kelompok pengguna jalan yang memiliki mobilitas tinggi sehingga memiliki peran penting dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

“Kami mengajak rekan-rekan ojek online untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Mobilitas mereka cukup tinggi dan setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga pesan-pesan keselamatan dapat ikut disampaikan kepada pengguna jalan lainnya,” ujar AKP Rezky.

Menurutnya, kegiatan Polantas Menyapa bukan hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan langkah preventif dan edukatif untuk membangun kesadaran masyarakat.

“Kegiatan ini bukan semata-mata penindakan. Kami lebih mengutamakan edukasi dan komunikasi agar kesadaran tertib berlalu lintas tumbuh dari masyarakat sendiri,” katanya.

Satlantas Polres Kutai Timur juga mengingatkan para pengemudi ojol untuk selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi rambu dan marka jalan, tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara, serta tidak melakukan manuver yang membahayakan pengguna jalan lain.

AKP Rezky menambahkan, sinergi dengan komunitas ojol diharapkan dapat membantu kepolisian menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kutai Timur.

“Kami berharap komunikasi dan sinergi ini terus berjalan. Ojol bukan hanya sebagai pengguna jalan, tetapi juga dapat menjadi mitra kepolisian dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Humaspolres/*)