
Bupati Kutim Ajak Masyarakat Lestarikan Mangrove di Pantai Teluk Lingga
KUTAI TIMUR, – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kelestarian hutan mangrove di kawasan pesisir. Pelestarian ini dinilai krusial untuk mencegah abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendukung sektor pariwisata daerah.
Hal tersebut disampaikan Ardiansyah saat menghadiri Gerakan Penanaman Mangrove yang diinisiasi oleh Pemuda Kutim dan komunitas Alien Mangrove di Pantai Teluk Lingga, Kutai Timur, Rabu (5/8/2026).
“Kalau kita bayangkan 50 tahun ke depan, jangan sampai pantai kita kehilangan mangrove. Kita boleh memanfaatkan kawasan pesisir, tetapi lingkungan yang memberikan kontribusi besar terhadap kehidupan harus tetap dijaga,” kata Ardiansyah.
Ardiansyah mengapresiasi aksi kolektif pemuda setempat dan berharap gerakan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi langkah pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Ketua Panitia Kegiatan, Arham, menjelaskan bahwa penanaman mangrove di Pantai Teluk Lingga merupakan awal dari rangkaian rehabilitasi ekosistem pesisir.
“Setelah penanaman mangrove, kami bersama Alien Mangrove juga merencanakan aksi transplantasi terumbu karang di Pulau Miang,” ujar Arham.
Kegiatan ini turut didukung oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Perwakilan PT KPC, Nanang Supriyadi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian pesisir guna membantu pengendalian perubahan iklim melalui penyerapan karbon.
Aksi penanaman pohon ini melibatkan sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemkab Kutim, Asosiasi Pemancing Republik Indonesia (APRI), komunitas lokal, hingga sektor swasta. (Ts/*)






