Wabup Mahyunadi Resmikan Gedung Baru Gereja KIBAID Jemaat Sangatta

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi meresmikan Gereja KIBAID Sangatta. Foto: Nasruddin/Pro Kutim

SANGATTA — Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, secara resmi meresmikan penggunaan gedung baru Gereja Kerapatan Injil Bangsa Indonesia (KIBAID) Jemaat Sangatta pada Sabtu (11/7/2026). Peresmian dan penahbisan rumah ibadah ini dilaksanakan bertepatan dengan perayaan HUT ke-90 Gereja KIBAID.

Dalam sambutannya, Mahyunadi menyatakan bahwa keberadaan gedung gereja yang representatif ini sejalan dengan visi-misi pemerintah daerah, khususnya dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berakhlak mulia.

“Dalam visi-misi ARMY (Ardiansyah Sulaiman – Mahyunadi), misi pertama kita adalah peningkatan dan pemerataan daya saing daerah melalui pembangunan SDM yang berahlak mulia, sehat, cerdas, dan berprestasi. Di gereja inilah tempat yang pasti untuk menciptakan SDM yang berakhlak mulia,” kata Mahyunadi.

Mahyunadi juga merespons positif rencana pengurus jemaat untuk membangun fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di area belakang gereja. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutim memberikan dukungan penuh dan meminta pihak panitia segera mengajukan proposal agar dapat ditindaklanjuti.

Pada kesempatan tersebut, Mahyunadi turut menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang berhalangan hadir karena padatnya agenda daerah.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Majelis Sinode (BPMS) Gereja KIBAID, Pdt. Yulianus Tandirerung, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Kutim serta masyarakat Kelurahan Teluk Lingga yang telah menjaga kondusivitas wilayah selama proses pembangunan. Ia berpesan kepada jemaat agar gedung baru ini menjadi pusat persekutuan yang membawa damai sejahtera bagi masyarakat luas.

“Keberadaan rumah Tuhan di tempat ini menjadi bukti bahwa masyarakat di daerah ini adalah masyarakat yang religius, yang mengedepankan nilai-nilai moral dan agama dalam membangun daerah,” ujar Pdt. Yulianus.

Ketua Panitia Penahbisan, Haryudi Patattan, dalam laporan tertulisnya mengakui proses pembangunan ini melewati berbagai tantangan dan dinamika yang panjang sejak tahap perencanaan. Pihaknya berharap gedung gereja ini dapat berfungsi maksimal sebagai pusat pembinaan spiritual jemaat di Sangatta. (*)