Beban APBD Bertambah, Kutim Ambil Alih Pembiayaan 24.680 Peserta BPJS Kesehatan Yang Dialihkan Provinsi

132Sangatta –Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini memikul tanggung jawab baru dalam sektor kesehatan masyarakat. Pasalnya sebanyak 24.680 jiwa warga Kutim yang sebelumnya masuk dalam pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), kini resmi dialihkan menjadi beban APBD Kabupaten.

​Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati, mengungkapkan untuk menanggung kepesertaan tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar kurang lebih Rp 6,5 miliar.

“Dari 24.680 jiwa itu, anggaran yang perlu disiapkan Pemerintah sekitar kurang lebih 6,5 miliar,” Kata dr Yuwana Sri Kurniawati kepada sejumlah awak media melalui sambungan telepon WhatsApp, pada Senin (13/4/2026)

Menurut dr. Yuwana, rencana pengalihan pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan ini, sebenarnya sudah diwacanakan sejak beberapa bulan lalu, oleh Pemprov Kaltim. “Sebenarnya kan ini wacananya sudah beberapa bulan sebelumnya sudah sempat disampaikan. Tetapi surat resminya baru minggu kemarin diterima dari Sekda Pemprov Kaltim,” ucapnya

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkab Kutim tengah menyusun solusi, agar pengalihan pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat yang selama ini dibiayai oleh Pemprov Kaltim berjalan mulus.

“Ya insyaallah kita akan membiayai secara bertahap termasuk bagaimana skemanya. Sebagian kita alihkan di pembiayaan di APBD perubahan 2026 nanti,” terangnya

Sekadar diketahui selain Kutai Timur, Pemprov Kaltim juga mengalihkan tanggungan kepesertaan BPJS Kesehatan ke tiga daerah lain, yakni Kota Samarinda sebanyak 49.742 jiwa, Kutai Kartanegara 4.647 jiwa, dan Berau 4.194 jiwa. (caya/*)