Jelang Lebaran, Pasar Murah dan Perbaikan Jalan Jadi Perhatian Pemerintah

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat memberikan arahan pada Rapat Pengendalian Inflasi Tahun 2026. Foto: Habibah Prokutim

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menginstruksikan jajarannya untuk segera merealisasikan program pasar murah dan percepatan perbaikan infrastruktur jalan. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga bahan pokok serta memastikan kesiapan daerah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Instruksi tersebut disampaikan usai Bupati mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (9/3/2026).

Bupati Ardiansyah memberikan perhatian khusus kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera melaksanakan pasar murah sesuai hasil koordinasi di tingkat provinsi.

“Saya minta Disperindag segera melaksanakan program pasar murah. Sampai saat ini Disperindag Kutim belum melaksanakannya, jadi saya ingin segera dikerjakan,” tegas Ardiansyah saat memimpin rapat lanjutan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kutim di Kantor Diskominfo Staper.

Selain pangan, sektor infrastruktur menjadi prioritas. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta segera memperbaiki kerusakan jalan (lubang) dan memastikan lampu penerangan jalan umum berfungsi maksimal demi keselamatan arus mudik. Bupati juga menginstruksikan rekayasa lalu lintas pada titik-titik rawan kemacetan menjelang Lebaran.

Terkait faktor cuaca, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim diminta memperkuat koordinasi lapangan. Hal ini merujuk pada prediksi BMKG mengenai potensi bencana hidrometeorologi (curah hujan ekstrem dan angin kencang) yang diperkirakan berlangsung hingga Juni mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga menyoroti penurunan tajam pertumbuhan ekonomi Kutai Timur. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kutim turun dari 9,8 persen pada 2024 menjadi 1,3 persen pada 2025.

Menyikapi hal tersebut, Ardiansyah meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggandeng akademisi untuk melakukan kajian mendalam. “Kami akan melibatkan akademisi untuk melakukan kajian secara realistis dan menentukan langkah kebijakan yang harus diambil,” ujarnya.

Meski pertumbuhan ekonomi melambat, kondisi inflasi di Kutai Timur dilaporkan masih stabil. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Kutim, Suriansyah, mengungkapkan bahwa inflasi bulanan daerah berada di angka minus 0,22 persen.

Angka tersebut jauh di bawah rata-rata inflasi nasional yang mencapai 0,68 persen. Menurut Suriansyah, stabilitas harga dan ketersediaan barang di pasar-pasar lokal Kutai Timur saat ini masih terjaga dengan baik. (*)