Dispora Cup 2025 ; Arung Jeram Kutai Timur Resmi Jadi Ajang Seleksi Porprov Paser 2026

RANTAU PULUNG – Arung Jeram Open Tournament Dispora Cup H2H (Head to Head) dan Slalom R4 Kutim 2025 resmi dibuka di Sungai Poros Sangatta – Rantau Pulung (Ranpul) Km 20, Kutai Timur. Turnamen yang diinisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutim ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian potensi sungai lokal, tetapi juga berfungsi sebagai seleksi utama atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Paser 2026.

Race Director Aidil Putra, mewakili Ketua FAJI Kutim, melaporkan bahwa turnamen ini menarik partisipasi dari luar daerah. Sebanyak 90 peserta yang terbagi dalam 18 tim (12 tim putra dan 6 tim putri) berkompetisi di lintasan sepanjang 200 meter. Peserta yang terlibat datang dari empat wilayah di Kalimantan Timur: Kutim, Samarinda, Kutai Barat (Kubar), dan Balikpapan.

Wakil Ketua V KONI Kutim, Supiansyah, menggarisbawahi fungsi strategis event ini. Ia menegaskan bahwa ajang ini secara khusus digunakan sebagai babak seleksi untuk menentukan perwakilan Kutim dalam babak kualifikasi Porprov Paser 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, memberikan dukungan penuh terhadap event tersebut. Bupati menyatakan terkejut sekaligus senang dengan perkembangan arung jeram lokal, sekaligus membantah anggapan negatif tentang lokasi.

“Jeram di Kutim tidak kalah menantang dengan daerah lain dan perlu saya tegaskan, tidak ada buaya di lokasi jeram ini,” tegas Bupati Ardiansyah.

Lebih dari sekadar kompetisi, Bupati menyoroti potensi besar arung jeram sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Ia optimistis kegiatan arung jeram sepanjang 10-12 kilometer di masa depan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, menjadikannya usaha yang melibatkan komunitas pecinta olahraga air.

Untuk menjamin keselamatan 90 peserta yang berlaga, panitia telah menyiagakan tim pengamanan kolaboratif. Tim tersebut melibatkan unsur dari Damkar, Lanal, Basarnas, dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

Bupati Ardiansyah menutup acara dengan pesan sportivitas sebagai barometer kerja tim, sembari menekankan komitmen daerah untuk terus menggelar event olahraga yang juga bersinggungan dengan pariwisata.